UPDATE Gempa M6,7 Sulawesi Tengah: 1.193 Warga Terdampak dan 466 Rumah Rusak

UPDATE Gempa M6,7 Sulawesi Tengah: 1.193 Warga Terdampak dan 466 Rumah Rusak
Kerusakan rumah warga akibat gempabumi yang mengguncang Kabupaten Sigi, pada Selasa (16/6). (Dok.BPBD Sigi)

PALU, KABAR SULTENG – Dampak gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa (16/6/2026) terus bertambah. Data terbaru yang dihimpun BPBD Sulteng mencatat 1.193 jiwa atau 461 kepala keluarga terdampak, sementara 466 rumah mengalami kerusakan.

Selain merusak rumah warga, gempa di Sulawesi Tengah juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas ibadah, gedung perkantoran, jembatan, hingga ruas jalan. Bahkan, satu korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari Desa Ampera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.

Bacaan Lainnya

Data BNPB hingga Selasa malam mencatat sedikitnya 25 warga mengalami luka ringan dan 13 orang luka berat. Sementara korban meninggal dunia tercatat satu orang.

Wilayah yang mengalami dampak paling besar berada di Kabupaten Sigi. Korban luka ringan terbanyak tercatat di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, yang juga menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak paling banyak.

Baca juga: Mengenal Aktivitas Sesar Sausu Pemicu Gempa Bumi M6,7 di Sulteng

BPBD Sulteng mencatat sebanyak 466 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 390 rumah rusak ringan, 64 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Kerusakan terbanyak terjadi di Desa Kamarora A dengan 336 rumah terdampak. Sementara di Desa Tongoa, Kecamatan Palolo, sebanyak 44 rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Dampak gempa juga tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, dan Lindu.

Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada enam fasilitas ibadah, dua jembatan, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi penghubung Palu-Sigi-Poso yang mengalami amblas.

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan darurat, mulai dari BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Bina Marga, hingga pemerintah daerah, bergerak cepat membantu warga terdampak di wilayah Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, dan Poso.

Pendataan dampak gempa hingga kini masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Sementara itu, aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono Wijayanto, menjelaskan hasil analisis BMKG menunjukkan salah satu gempa susulan memiliki magnitudo 4,9.

Gempa susulan tersebut berpusat di darat, sekitar 54 kilometer tenggara Palu pada koordinat 1,11 LS dan 120,32 BT dengan kedalaman 11 kilometer.

Menurut BMKG, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun (normal fault).

Berdasarkan analisis BMKG, guncangan gempa dirasakan pada skala V MMI di Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong. Intensitas IV-V MMI dirasakan di Palolo dan Torue. Sementara wilayah Sigi Biromaru dan Poso merasakan guncangan III MMI, Kota Palu II-III MMI, serta Donggala dan Pasangkayu II MMI.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa M6,7 yang terjadi pada Selasa siang itu juga memicu ratusan gempa susulan. Hingga Rabu (17/6/2026) pukul 08.30 WITA, BMKG mencatat telah terjadi 466 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 5,2.

Masyarakat Sulawesi Tengah diimbau tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi gempa bumi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan resmi dari BMKG dan pemerintah.

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait