PALU, KABAR SULTENG – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian RI menggandeng DGL Learning Institute (PT Daya Guna Lestari) menggelar Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 bagi 119 peserta asal Kabupaten Morowali.
Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, mulai 15 hingga 19 Juni 2026, resmi dibuka pada Senin (15/6/2026) di Hotel Aston Palu. Program ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas SDM perkebunan yang didukung BPDP dan Ditjenbun Kementerian Pertanian menggandeng DGL Learning Institute.
Sebanyak 119 peserta mengikuti pelatihan yang terbagi dalam tiga kelas. Rinciannya, Pelatihan Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit diikuti 60 peserta, Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit sebanyak 26 peserta, serta Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang diikuti 33 peserta.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan kapasitas pelaku perkebunan agar mampu menerapkan praktik budidaya, pengelolaan, serta tata kelola perkebunan kelapa sawit yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Baca juga: UPDATE Gempa M6,7 Sulawesi Tengah: 1.193 Warga Terdampak dan 466 Rumah Rusak
Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Direktur Utama PT Daya Guna Lestari M. Gema Aliza Putra, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Neng, Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah Ayu Amaliah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Morowali Abd. Muttaqin Sonaru, serta Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasangkayu Fatmawati.
Direktur Utama PT Daya Guna Lestari, M. Gema Aliza Putra, mengatakan pelatihan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan wadah peningkatan kualitas SDM yang menjadi kunci keberhasilan pembangunan sektor kelapa sawit.
Menurutnya, tantangan perkebunan sawit saat ini tidak hanya berkaitan dengan bibit, pupuk, lahan, maupun produksi, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia yang mengelolanya. Karena itu, kolaborasi antara BPDP, Ditjenbun, pemerintah daerah, dan lembaga pelatihan dinilai penting untuk mencetak SDM perkebunan yang unggul dan siap menghadapi tantangan ke depan.
“Pelatihan ini dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Kami berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat kembali ke kebun dan memberi manfaat bagi petani, kelompok tani, serta daerah asal peserta,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan, PT Daya Guna Lestari berkomitmen menjaga kualitas pelatihan melalui metode pembelajaran yang aplikatif, dukungan instruktur kompeten, serta monitoring dan pendampingan pascapelatihan untuk memastikan materi yang diberikan benar-benar diterapkan dalam praktik perkebunan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Morowali, Abd. Muttaqin Sonaru, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, BPDP, dan PT Daya Guna Lestari yang telah memfasilitasi pelatihan bagi masyarakat Morowali.
“Saya berharap pelatihan ini dapat memberikan informasi, wawasan, dan keterampilan yang bermanfaat bagi peserta dalam menjaga dan mengembangkan usaha perkebunan. Ke depan, evaluasi lapangan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kebutuhan nyata petani dapat terpetakan dan program pelatihan semakin tepat sasaran,” ujarnya.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Neng, mengatakan kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian, sektor ini masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari isu lingkungan, tata guna lahan, produktivitas, perubahan iklim, hingga kualitas SDM perkebunan.
Menurutnya, pemerintah melalui Ditjenbun dan BPDP terus menjalankan berbagai program strategis untuk memperkuat sektor perkebunan sawit, seperti Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), bantuan sarana dan prasarana perkebunan, serta Program Pengembangan SDM Perkebunan.
“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam mengelola kebun sehingga dapat mendorong produktivitas dan kesejahteraan pekebun,” katanya.
Selama enam hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti pembelajaran teori dan praktik terkait implementasi standar ISPO, teknik panen dan pascapanen yang baik, serta pemanfaatan teknologi pemetaan lokasi perkebunan. Materi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
Melalui program ini, diharapkan lahir SDM perkebunan yang lebih profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menjadi penggerak pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Morowali maupun Sulawesi Tengah secara umum.
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan RI yang bertugas menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana perkebunan guna mendukung keberlanjutan, produktivitas, dan daya saing komoditas perkebunan nasional.
Sementara itu, DGL Learning Institute (PT Daya Guna Lestari) merupakan lembaga pelatihan, asesmen, dan sertifikasi yang berfokus pada sektor kelapa sawit dan telah menjadi mitra pelatihan BPDP selama empat tahun berturut-turut.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





