PALU, KABAR SULTENG – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah menunda pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) yang semula dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026. Keputusan itu diambil menyusul bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah.
Penundaan Rakorwilsus tersebut merupakan arahan langsung Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, yang kemudian ditindaklanjuti oleh pengurus PSI Sulteng.
Baca juga: UPDATE Gempa M6,7 Sulawesi Tengah: 1.193 Warga Terdampak dan 466 Rumah Rusak
“Ketua Harian DPP, Ahmad Ali, meminta Rakorwilsus ditunda. Tidak elok kita berkegiatan di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Tadi malam kami juga sudah menggelar rapat dan sepakat menunda Rakorwilsus sebagai bentuk solidaritas,” kata Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Agus Lamakarate, saat dihubungi di Palu, Rabu (17/6/2026).
Agus mengaku belum dapat memastikan jadwal pelaksanaan Rakorwilsus yang baru. Menurutnya, agenda tersebut akan digelar kembali setelah kondisi di daerah terdampak bencana berangsur normal.
“Pokoknya setelah situasi kembali normal. Untuk hari dan tanggalnya belum bisa dipastikan,” ujarnya.
PSI juga menyampaikan duka atas bencana gempa bumi yang berdampak di empat daerah, yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso.
“Pengurus PSI turut berduka cita atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kami di Sulawesi Tengah. Semoga kita semua diberi ketabahan dan kekuatan,” ucap Agus.
Saat ini, kata dia, PSI lebih memprioritaskan penanganan dampak bencana. Tim medis dan relawan telah diterjunkan ke Kabupaten Sigi beberapa jam setelah gempa terjadi.
“Hari ini PSI Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan bahan pangan ke Kabupaten Sigi, khususnya di Kecamatan Palolo dan Nokilalaki. Dua wilayah ini mengalami kerusakan rumah warga yang cukup parah,” katanya.
Selain menyalurkan bantuan logistik, PSI juga menggelar kegiatan trauma healing bagi warga terdampak, terutama anak-anak. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu pemulihan psikologis pascagempa.
Di sisi lain, tim PSI yang berada di lapangan juga masih melakukan asesmen untuk mendata kebutuhan warga di daerah terdampak.
“Sebagian data warga terdampak dari empat daerah sudah masuk ke kami. Saat ini kami masih menunggu data lengkap sebagai dasar penyaluran bantuan berikutnya,” pungkas Agus.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





