Segmen Commercial Jadi Mesin Baru, Kredit BRI Tembus Rp61,4 Triliun pada 2025

Segmen Commercial Jadi Mesin Baru, Kredit BRI Tembus Rp61,4 Triliun pada 2025
Sepanjang 2025, kredit commercial BRI tercatat mencapai Rp61,4 triliun atau tumbuh Rp22,6 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

JAKARTA, – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat akselerasi pertumbuhan seiring transformasi bisnis yang dijalankan perseroan, Kinerja tersebut ditopang segmen commercial yang menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru melalui optimalisasi rantai nilai (value chain) serta penyempurnaan jaringan bisnis.

Langkah ini mendorong peningkatan penetrasi pasar sekaligus memperkuat peran BRI sebagai enabler ekosistem bisnis end-to-end.

Bacaan Lainnya

Transformasi bisnis BRI dijalankan melalui inisiatif strategis BRIvolution Reignite untuk menjawab dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif sekaligus menjaga pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan.

Sepanjang 2025, kredit commercial BRI tercatat mencapai Rp61,4 triliun atau tumbuh Rp22,6 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Secara historis, segmen ini menunjukkan tren peningkatan konsisten dari Rp20,8 triliun pada 2021 menjadi Rp38,7 triliun pada 2024, sebelum melonjak pada 2025.

Dalam periode tersebut, nilai kredit commercial meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan posisi 2021. Secara tahunan, pertumbuhan mencapai 58,4 persen (YoY), melampaui tren lima tahun terakhir.

Komposisi portofolio pembiayaan juga semakin terdiversifikasi dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional.

Kontribusi terbesar berasal dari sektor berbasis pembiayaan APBN sebesar 20 persen, diikuti sektor energi 12 persen, konstruksi 11 persen, perdagangan 10 persen, pangan 10 persen, serta industri pengolahan 8 persen.

Sejalan dengan akselerasi tersebut, pangsa pasar segmen commercial BRI meningkat dari 2,1 persen pada 2021 menjadi 5,2 persen pada 2025.

Kenaikan ini mencerminkan efektivitas strategi ekspansi berbasis ekosistem yang memungkinkan BRI memperluas penetrasi pasar sekaligus meningkatkan kualitas basis nasabah.

Dari sisi kualitas, kredit commercial juga menunjukkan perbaikan. Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan hingga 7,6 persen pada 2025. Perbaikan ini berjalan seiring penguatan fundamental bisnis, termasuk peningkatan CASA dan DPK, sehingga pertumbuhan kredit tetap terjaga secara sehat.

Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. mengatakan transformasi tersebut difokuskan pada pilar Revamp Existing Core untuk mendorong pertumbuhan bisnis commercial melalui penguatan value chain nasabah serta peningkatan transaksi.

“Sebagai bank dengan DNA UMKM, BRI terus mendukung usaha menengah. Segmen middle market memiliki peran penting dalam rantai pasok perekonomian nasional, sekaligus menjadi penghubung antara UMKM dan korporasi besar dalam suatu ekosistem,” ujarnya.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembiayaan komprehensif, mulai dari kredit modal kerja untuk memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek hingga kredit investasi guna mendukung ekspansi jangka panjang.

Skema ini menjaga kelancaran operasional perusahaan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha.

Untuk nasabah commercial, BRI juga menghadirkan berbagai solusi pengelolaan kas guna meningkatkan efisiensi operasional. Salah satunya melalui platform digital QLola by BRI yang menyediakan fitur terintegrasi untuk pengaturan dan pengendalian keuangan perusahaan.

Melalui layanan tersebut, nasabah dapat melakukan pembayaran pajak, transfer online, pembayaran billing, serta memantau kondisi keuangan secara menyeluruh.

“Melalui ekosistem perbankan bisnis yang komprehensif, inovasi digital, serta program pemberdayaan yang sesuai kebutuhan pasar, BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong UMKM dan perusahaan menengah tumbuh sehat dan berkelanjutan,” tutup Dippo.(Adv)

Pos terkait