Bakpao Gandum RoyalKueID, UMKM Jakarta Utara Hadirkan Sarapan Praktis dan Sehat

Bakpao Gandum RoyalKueID, UMKM Jakarta Utara Hadirkan Sarapan Praktis dan Sehat
Bakpao Gandum RoyalKueID, kuliner asal Jakarta Utara yang menawarkan bakpao berbahan gandum sebagai pilihan sarapan maupun camilan keluarga.

JAKARTA, – Usaha Bakpao Gandum RoyalKueID, kuliner asal Jakarta Utara yang menawarkan bakpao berbahan gandum sebagai pilihan sarapan maupun camilan keluarga.

Bakpao Gandum RoyalKueID menghadirkan produk berbahan gandum yang praktis disiapkan dan cocok untuk sarapan maupun camilan.

Bacaan Lainnya

Dengan cita rasa yang disesuaikan dengan selera keluarga, bakpao ini menjadi alternatif makanan yang mudah dinikmati, terutama bagi anak-anak. Salah satu varian yang paling diminati pelanggan adalah ayam jamur.

Co-founder Bakpao Gandum RoyalKueID, Yusnianti, menuturkan bahwa usaha tersebut berawal dari inisiatif sederhana yang kemudian berkembang menjadi peluang bisnis.

“Awalnya ide muncul pada 2023. Kami memproduksi untuk konsumsi sendiri, lalu mulai menawarkan kepada kerabat dan teman di akhir 2023.

Saat itu kami hanya membuka pre-order di lingkungan sendiri, dan ternyata responsnya baik. Hal itu mendorong kami membuka outlet pertama pada akhir 2024,” ujarnya.

Seiring perkembangan usaha, Bakpao Gandum RoyalKueID kini memasarkan produk melalui berbagai kanal, mulai dari gerai offline, reseller, marketplace, social commerce, hingga B2B dan partisipasi dalam berbagai pameran.

Jangkauan pasarnya pun terus meluas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga menjangkau pembeli antar kota hingga antar pulau.

Dalam mendukung operasional, Bakpao Gandum RoyalKueID memanfaatkan layanan QRIS BRI untuk mempermudah transaksi dengan reseller sehingga pembayaran menjadi lebih praktis.

Di sisi lain, Yusnianti juga aktif meningkatkan kapasitas dalam mengelola usaha melalui platform LinkUMKM BRI sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan bisnis.

“Sejak membuka outlet pertama pada akhir 2024, saya menyadari perlu menambah pengetahuan untuk berkembang. Kami mendapat saran dari kerabat yang telah bergabung dengan LinkUMKM BRI.

Dari situ saya mulai mencari informasi melalui berbagai sumber, termasuk media sosial dan website. Kelas pertama yang saya ikuti berlangsung setelah Lebaran 2025,” ungkapnya.

BRI melalui platform LinkUMKM terus menghadirkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Hingga akhir 2025, sebanyak 14,98 juta UMKM telah memanfaatkan LinkUMKM sebagai sarana peningkatan kapasitas usaha secara daring, mulai dari penguatan kompetensi hingga perluasan akses pasar.

Platform ini menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB.

Selain itu, tersedia 750 modul pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kemampuan soft skill dan hard skill pelaku usaha.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa pengembangan UMKM menjadi bagian dari strategi BRI dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan terintegrasi, BRI tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas usaha melalui digitalisasi dan pendampingan.

“Pengembangan UMKM tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan dukungan ekosistem yang menyeluruh. BRI melalui LinkUMKM dan berbagai layanan digital seperti QRIS terus mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing secara berkelanjutan. Upaya ini merupakan komitmen BRI dalam mendorong UMKM naik kelas sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan,” ujarnya.(Adv)

Pos terkait