PARIMO, KABAR SULTENG – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, disiapkan bukan sekadar menjadi tempat penjualan kebutuhan pokok. Koperasi ini juga diarahkan menjadi pasar untuk hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik masyarakat desa.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Parimo, Fit Dewana, mengatakan KDKMP dapat membuka akses pemasaran bagi produk unggulan desa sekaligus memperkuat perputaran ekonomi lokal. Koperasi diharapkan menjadi penghubung antara produsen dan konsumen agar hasil produksi warga memiliki jalur pemasaran yang lebih jelas.
“Parimo memiliki sejumlah sektor unggulan daerah, yakni kelautan dan perikanan serta pertanian. Kehadiran KDKMP tentu sangat membantu desa, sekaligus menjembatani pasar produk-produk unggulan yang ada di desa,” kata Fit di Parigi, Selasa.
Baca juga: Parimo Tawarkan 35 Ribu Hektare Lahan untuk Investasi Peternakan Sapi Perah
Menurut Fit, KDKMP dirancang menjadi pusat pelayanan ekonomi desa dan kelurahan. Selain menjual bahan pangan dengan harga terjangkau, koperasi ini diarahkan untuk menyerap hasil produksi masyarakat dan memperkuat rantai pasok di tingkat lokal.
Fasilitas yang direncanakan tidak terbatas pada penjualan sembako. KDKMP juga akan menyediakan peralatan pertanian, produk UMKM, layanan apotek, hingga gudang logistik desa.
Namun, realisasi program tersebut masih berjalan bertahap. Dari 37 KDKMP yang sedang berproses di Parimo, baru 10 gerai yang menyelesaikan verifikasi dan validasi oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. Gerai-gerai itu dinyatakan siap memasuki tahap operasional dalam waktu dekat.
Sementara itu, 10 gerai lainnya masih menjalani verifikasi dan validasi lapangan. Tujuh KDKMP lainnya masih dalam tahap pembangunan infrastruktur.
Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan daerah. Fit menyebut Parimo membutuhkan 283 KDKMP berdasarkan jumlah desa dan kelurahan. Dengan demikian, 37 koperasi yang sedang berproses baru mencakup sebagian kecil dari kebutuhan tersebut.
Salah satu kendala percepatan pembangunan ialah ketersediaan lahan. Kondisi ini membuat pembangunan gerai lainnya harus dilakukan secara bertahap.
Di sisi lain, Dinas Koperasi dan UMKM Parimo juga mengawasi tata kelola koperasi yang beroperasi, baik koperasi reguler maupun KDKMP. Pengawasan mencakup penyertaan modal, pengembangan usaha, dan kondisi keuangan pengelola.
Baca juga: Anak Mentie Ungkap Masalah Rumah dengan Mantan Suami: Ayah Saya yang Bangun
Fit berharap KDKMP mampu memperluas pasar produk lokal sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat. Jika berjalan optimal, koperasi ini dapat membantu menyerap hasil produksi petani, peternak, dan nelayan, sehingga perputaran ekonomi tidak hanya bergantung pada pasar di luar desa.
Tantangannya, harapan tersebut perlu ditopang oleh pembangunan gerai yang memadai, pengelolaan koperasi yang sehat, serta kepastian penyerapan produk warga. Tanpa dukungan itu, potensi KDKMP sebagai pusat ekonomi desa akan sulit diwujudkan secara merata di Parimo.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





