PALU, KABAR SULTENG – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) diduga menganggarkan pembelian alat gym untuk kebutuhan pimpinan senilai Rp447,7 juta.
Kebijakan Pemprov Sulteng ini menuai sorotan karena muncul di tengah komitmen efisiensi anggaran yang sedang digaungkan pemerintah pusat.
Anggota DPRD Sulteng, Aristan, menilai pengadaan tersebut tidak tepat dilakukan saat kondisi anggaran terbatas.
Menurutnya, meski alat itu bisa saja bermanfaat, waktunya tidak sesuai dengan kondisi saat ini.
“Ini juga melukai rasa keadilan masyarakat di tengah kesulitan hidup sehari-hari. Kita semua harus punya sensitivitas terhadap rasa keadilan itu,” ujar Aristan, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Demi Program Ambulans Gratis, Kepala Puskesmas Moutong Pinjam Uang ke Pemilik Tambang
Aristan mendesak pengadaan tersebut dibatalkan dan anggarannya dialihkan untuk kebutuhan yang lebih menyentuh masyarakat.
Data yang dihimpun media ini, pengadaan alat gym oleh Pemprov Sulteng itu disebut-sebut masuk melalui mekanisme pergeseran APBD 2026 tanpa pembahasan bersama DPRD Sulawesi Tengah.
Sejumlah program tambahan muncul setelah pergeseran anggaran dilakukan, salah satunya pengadaan alat gym untuk pimpinan yang nilainya sebesar Rp447 juta.
Selain itu, terdapat sekitar 14 kegiatan baru yang dimasukkan pasca pergeseran.
Program Makanan dan Minuman Jamuan Tamu juga mengalami lonjakan signifikan, dari Rp973,3 juta menjadi Rp1,78 miliar atau bertambah lebih dari Rp814 juta.
Pada Biro Hukum, tercatat anggaran honorarium Klinik Hukum Berani sebesar Rp285 juta.
Di Biro Kesra, program Sembako Berani Berkah dianggarkan Rp4,49 miliar.
Sementara insentif bagi pegawai syara’, takmir rumah ibadah, dan petugas keagamaan lainnya mencapai Rp19,8 miliar.
Anggaran untuk Baznas Sulteng juga naik dari Rp250 juta menjadi Rp400 juta. Belanja hibah kepada lembaga sosial meningkat dari Rp34,34 miliar menjadi Rp38,01 miliar.
Di sisi lain, Biro Administrasi Pimpinan mencatat sejumlah kenaikan anggaran, termasuk belanja jasa iklan, reklame, film, dan pemotretan yang melonjak dari Rp1,5 miliar menjadi Rp3,5 miliar.
Terdapat pula anggaran bahan bakar peliputan kegiatan pimpinan sebesar Rp109,9 juta serta perjalanan dinas Rp321,8 juta.
Meski sebagian program dinilai masih memiliki urgensi, pembelian alat gym untuk pimpinan menjadi pertanyaan.
Publik mempertanyakan urgensi kebutuhan tersebut di tengah tuntutan efisiensi dan prioritas anggaran untuk kepentingan masyarakat.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





