Menelisik Bandara, Dominasi Saham hingga Jejaring Elit di Balik PT IMIP

Menelisik Bandara, Dominasi Saham hingga Jejaring Elit di Balik PT IMIP
SImulasi pengamanan militer di area Objek Vital Nasional (Obvitnas) di kawasan PT IMIP Morowali. (Sumber Foto: Situs Web Kemhan RI)

Di balik kesepakatan bisnis dengan Tsingshan, BDM menunjuk Letjen (Purn) Sintong Panjaitan sebagai komisaris utama. Ia merupakan elite militer di era Orde Baru sekaligus senior Prabowo saat berseragam Kopassus.

Perusahaan lain milik Halim dan Hamid Mina, PT Bintang Delapan Investama (BDI), mengangkat Mayjen (Purn) Hendardji Soepandji sebagai komisaris utama pada November 2013.

Bacaan Lainnya

Tiga tahun berselang, BDI merubah komposisi dewan komisaris. Sintong sebagai komisaris utama, dan Soepandji menjabat anggota dewan komisaris.

BDI sendiri memiliki 25,31 persen saham PT IMIP. Sisanya dipegang Shanghai Decent Investment Group (49,69 persen), dan PT Sulawesi Mining Investment (25 persen).

Merujuk bank data perseroan terbatas Kementerian Hukum, nama Halim Mina tercatat sebagai beneficial owner dari PT Bintang Delapan Investama dan PT Sulawesi Mining Investment.

Empat tahun setelah beroperasi, kawasan industri IMIP masuk daftar proyek strategis nasional (PSN) dan objek vital nasional (obvitnas) pada 2019.

Kini, total ada 53 penyewa dalam naungan IMIP seluas 4.000 hektare. Puluhan tenant itu terbagi ke dalam tiga klaster.

Pertama adalah klaster baja nirkarat (stainlees steel) dengan kapasitas produksi 4 juta metrik ton per tahun.

Klaster kedua, yaitu baja karbon berkapasitas 4,8 juta ton per tahun. Dan klaster terakhir, masing-masing 120.000 ton per tahun untuk nikel kobalt dan nikel sulfida.

Lebih dari satu dekade sejak didirikan, IMIP menjelma menjadi pemain industri nikel terbesar di Tanah Air.

Hingga Mei 2025, karyawan di IMIP mencapai 85.423 orang, melebihi jumlah pekerja PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Maluku Utara.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait