Sejarah Baru, Perempuan Aktivis Kini Pimpin Walhi Sulteng

Sejarah Baru, Perempuan Aktivis Kini Pimpin Walhi Sulteng
Wiwin Matindas (kanan) mengungguli Sunardi Katili dalam pemilihan direktur eksekutif Walhi Sulteng 2025-2029. (Istimewa).

PALU, KABAR SULTENG – Walhi Sulteng bikin sejarah baru. Organisasi lingkungan hidup dengan wilayah kerja di jantung Sulawesi itu, mempercayakan posisi kepemimpinan selama empat tahun ke depan kepada salah seorang perempuan aktivis bernama Wiwin Matindas.

Sebelum menjadi direktur eksekutif Walhi Sulteng periode 2025-2029, Wiwi-sapaan karibnya–sudah melanglang buana di pelbagai organisasi sedari 2008.

Bacaan Lainnya

Di Palu, misalnya, Wiwi-sapaan karibnya, pernah berkiprah sebagai koordinator program Badan Eksekutif Komunitas Solidaritas Perempuan.

Perempuan berusia 42 tahun itu kerap terlibat dalam kajian maupun advokasi keperempuanan termasuk pendampingan kelompok perempuan di tiga desa lingkar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).

Atas potensi yang dimiliki Wiwi, eksekutif nasional Walhi sempat mendapuknya mendapuknya sebagai manajer evaluasi dan pelaporan.

Bersama Walhi, Wiwi dan lima perempuan aktivis lainnya pernah secara kolektif menulis buku berjudul “Ada Apa dengan Perempuan Pendamping HAM-Lingkungan?”(2023) yang bertujuan menjadikan patron bagi pemula seputar isu perempuan pembela HAM dan lingkungan.

Wiwi juga menambah deretan perempuan aktivis yang memegang tongkat estafet di lembaga nonpemerintah yang berdiri sejak 15 Oktober 1980 itu, baik di level nasional maupun daerah.

Baca juga: Sunardi-Wiwin, Dua Kandidat Berebut Kursi Direktur Eksekutif WALHI Sulteng

Sebut saja, Suci Fitria Tanjung (Direktur Eksekutif Walhi Jakarta), Sri Hartini (Pemegang jabatan sementara Direktur Eksekutif Walhi Kalbar), Indah Fatinaware (Direktur Eksekutif Walhi Sulsel), Nur Hidayati (Direktur Eksekutif Nasional Walhi), dan Nurul Almy Hafild (Direktur Eksekutif Nasional Walhi).

Terpilihnya Wiwi jelang akhir tahun 2025 kian berkesan lantaran bertepatan dengan masa kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP), sebuah kampanye global antara 25 November-10 Desember saban tahun yang disuarakan organisasi lintas profesi maupun gender terkait perjuangan melawan ketidakadilan yang dialami perempuan.

Perlu diketahui, dalam forum Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) ke-IX Walhi Sulteng yang berlangsung di Tojo Una-Una, 27-28 November 2025, Wiwin Matindas beroleh dua suara lebih banyak dibanding Sunardi Katili, bakal kandidat lainnya cum direktur eksekutif Walhi Sulteng 2021-2025.

Pada sesi debat kandidat, Wiwin mengusung visi organisasi menjadikan Walhi Sulteng sebagai poros dan rumah gerakan rakyat yang tangguh serta kritis demi memperjuangkan keadilan ekologis.

Selain visi tersebut, Wiwin turut menempatkan beberapa masalah yang bakal dijadikan prioritas perjuangan, yakni deforestasi, degradasi lingkungan akibat tambang, sawit, energi, masyarakat adat, sengketa agraria, dan perempuan. Ia juga berupaya memperkuat jaringan advokasi rakyat serta memperluas peluang fundraising organisasi.***

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait