Dinas Pendidikan Sulteng Tanggapi Aksi Demo Siswa SMK Negeri 5 Palu Soal Dana BOS

Dinas Pendidikan Sulteng Tanggapi Aksi Demo Siswa SMK Negeri 5 Palu Soal Dana BOS
Kadis Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V Windarrusliana. (Foto:Arul/kabarsulteng.id)

PALU, KABARI SULTENG – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Yudiawati V Windarrusliana, memberikan penjelasan terkait aksi demonstrasi siswa SMK Negeri 5 Palu yang menuntut transparansi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta mempertanyakan kepemimpinan kepala sekolah.

Yudiawati menjelaskan pihaknya telah mengundang kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua OSIS, ketua Majelis Perwakilan Kelas (MPK), serta bendahara BOS untuk duduk bersama membahas persoalan tersebut.

“Saya lebih memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menyampaikan aspirasi yang selama ini kurang tersalurkan, terutama terkait kegiatan OSIS dan ekstrakurikuler,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).

Baca juga: Fathur Razaq Anwar Terpilih Aklamasi Jadi Ketua KONI Sulteng 2025–2029, Janji Transparansi Keuangan

Menurutnya, siswa kerap menanggung biaya kegiatan ekstrakurikuler sendiri, padahal seharusnya bisa dibiayai dari Dana BOS reguler.

Selain itu, ada janji kepala sekolah yang belum terealisasi sehingga menimbulkan ketidakpercayaan di kalangan siswa.

Yudiawati juga menyoroti lemahnya perencanaan penggunaan anggaran. Proposal kegiatan baru diajukan ketika siswa hendak melaksanakan kegiatan, bukan melalui perencanaan bersama sejak awal tahun.

Hal ini menyebabkan keterlambatan pencairan dan ketidaksesuaian jumlah dana yang diterima.

“Idealnya, OSIS dan MPK menyampaikan program setahun sebelumnya, lalu dibahas bersama kepala sekolah, guru, dan wakasek. Karena tidak ada komunikasi yang baik, muncullah riak-riak yang akhirnya berujung demonstrasi,” jelasnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa kepala sekolah akan menepati janji yang pernah disampaikan, termasuk pemenuhan kebutuhan kegiatan siswa di tahun mendatang.

“Tidak ada masalah yang tidak ada solusinya. Yang penting komunikasi terbangun, semua pihak duduk bersama sebagai satu keluarga besar pendidikan,” tegas Yudiawati.

Dinas Pendidikan Sulteng juga berencana melanjutkan mediasi dengan melibatkan komite sekolah dan orang tua murid agar permasalahan di SMK Negeri 5 Palu bisa tuntas dan proses belajar-mengajar berjalan lebih baik.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait