PALU, KABAR SULTENG – Festival Anak Sholeh (FAS) ke-6 kembali digelar dengan penuh kemeriahan dan semangat keagamaan, menghadirkan ratusan peserta dari jenjang TK hingga SD se-Kota Palu.
Festival Anak Sholeh ini diselenggarakan oleh TPA Ar Rahman, Kelompok Bermain Al-Qof (KBQU), dan Ruang Bimbel Palu. Kegiatan berlangsung selama empat hari, dimulai pada Kamis (17/7/2025) dan berakhir Minggu (20/7/2025), bertempat di TPA Ar Rahman.
Tujuan utama Festival Anak Sholeh adalah membentuk generasi Qur’ani yang cerdas, kreatif, mandiri, dan berakhlak mulia, serta mendorong anak-anak agar lebih mencintai Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman.
Panitia menghadirkan berbagai jenis lomba keislaman, antara lain Hafalan Juz 30 (Juz Amma), Hafalan Surah An-Naba (untuk anak usia 2-5 tahun), Lomba Kaligrafi, Lomba Adzan, Lomba Menyusun Huruf Hijaiyah dan Lomba Mewarnai Islami.
Baca Juga: Reses DPRD Palu: Erman Lakuana Dorong Pengembangan UMKM, Warga Ajukan Permohonan Bantuan Modal Usaha
Selain itu, terdapat pula lomba-lomba umum untuk mengasah kemampuan akademik anak, seperti Ranking 1 Matematika, Ranking 1 Bahasa Inggris dan Lomba Mewarnai dan Menggambar.
Direktur TPA Ar Rahman, KBQU Al-Qof, dan Ruang Bimbel Palu, Iman Hikam, S.H., M.H., menjelaskan bahwa Festival Anak Sholeh digelar setiap tahun dan terbuka untuk peserta dari seluruh TPA dan TPQ di Kota Palu.
“Ini bukan antar-SD, tapi antar-TPA se-Kota Palu. Alhamdulillah, tahun ini hampir 400 peserta dari sekitar 40 TPA mengikuti lomba. Jumlahnya terus bertambah setiap tahun,” jelas Iman.
Ia menegaskan bahwa hanya peserta yang terdaftar dan memiliki surat pengantar resmi dari TPA yang bisa mengikuti lomba. Hal ini untuk menjaga keaslian dan semangat kekeluargaan antar-TPA.
“Jika tidak ada surat pengantar dari TPA, maka kami tidak bisa terima. Harus terdaftar dulu di TPA agar bisa mengikuti Festival Anak Sholeh ini,” tambahnya.
Menurut Iman, antusiasme peserta sangat tinggi. Anak-anak yang sebelumnya lebih banyak bermain gawai kini termotivasi untuk belajar Al-Qur’an demi mengikuti lomba. Hal ini pun mendapat dukungan penuh dari para orang tua.
“Tiap tahun peserta semakin semangat. Anak-anak mulai meninggalkan gadget karena tertarik dengan kegiatan ini,” kata Iman.
Salah satu orang tua peserta, Moh. Iras, warga Kawatuna, mengaku senang anak-anaknya bisa mengikuti Festival Anak Sholeh.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya untuk membentuk karakter keislaman anak-anak. Sekarang ini kegiatan keagamaan sudah makin sedikit, jadi acara seperti ini penting sekali,” ucapnya.
Iras berharap Festival Anak Sholeh bisa diadakan lebih dari sekali dalam setahun agar dampaknya semakin luas.
“Kalau bisa, festival seperti ini digelar dua kali setahun. Anak-anak jadi semangat bersaing dalam hal positif,” harapnya.
Iman mengungkapkan, Festival Anak Sholeh selama ini masih bergantung pada dana pribadi dan bantuan warga sekitar. Sejak FAS pertama hingga ke-6, panitia belum mendapat sponsor besar.
“Dari awal FAS pertama sampai sekarang, kami kesulitan dana. Kami bahkan harus tebal muka untuk minta sumbangan. Alhamdulillah, warga sekitar sangat mendukung, bahkan menyediakan tempat UMKM,” ungkapnya.
Iman berharap adanya perhatian dari Kementerian Agama, khususnya bidang Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ), serta dari Pemerintah Kota Palu.
“Kami berharap Kemenag bisa mendukung secara langsung, karena TPA dan TPQ ada di bawah kementerian. Kami juga ingin semua instansi saling berkolaborasi agar Festival Anak Sholeh bisa lebih besar dan berkelanjutan,” pungkasnya. ***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official KabarSulteng.id https://whatsapp.com/channel/0029VaFS4HhH5JM6ToN3GU1u atau klik di sini





