Lanjut Tauhid, bahkan informasi lebih detail mengenai perdagangan minyak dari sumber ilegal pun ada sangkut pautnya mengenai kelangkaan BBM bersubsidi di beberapa SPBU di Kota Palu untuk suplai pada aktivitas di Poboya.
“Bahkan BBM dari luar Kota Palu pun diangkut untuk suplai ke perusahaan di Poboya, BBM tersebut telah dibeli dengan metode yang sudah disepakati di SPBU akibatnya BBM Bersubsidi untuk angkutan truk dan bus antar kota menjadi langkah. Bisnis minyak haram ini, ditengarai aman karena ada setoran kepada oknum-oknum tertentu,” ujar Tauhid.
JATAM Sulteng sangat menyayangkan tindakan APH dalam hal ini Polda Sulteng, yang cenderung diam dengan adanya praktik melanggar hukum yang lokasi kejahatan tersebut berlangsung hanya 7 km dari markas besar Polda Sulteng.
“Laporan Investigasi JATAM Sulteng ini akan diteruskan kepada Presiden Republik Indonesia dan KPK,” tegasnya.
Polda Sulteng Diminta Usut Tuntas
Wakil Ketua DPRD Sulteng, Aristan, mendesak Polda Sulteng segera mengusut tuntas dugaan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang diduga dilakukan PT AKM di Poboya, Palu.





