DONGGALA, KABAR SULTENG – Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menepis isu miring yang kembali dikaitkan dengan dirinya belakangan ini. Ia menilai isu tersebut sengaja diangkat kembali oleh pihak tertentu karena melihat elektabilitas PSI yang terus bergerak naik.
Hal itu disampaikan Ahmad Ali saat membuka Rakorda DPD PSI Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (15/9/2026) sore.
Baca juga: Ahmad Ali Pasang Target Besar untuk PSI Donggala di 2029
Menurut Ahmad Ali, hasil survei terbaru menunjukkan posisi PSI mulai melampaui sejumlah partai besar. Bahkan, angka tersebut disebut telah melewati capaian PSI pada periode sebelumnya.
“Hari ini survei kita sudah melampaui banyak partai-partai besar. Survei PSI sudah melampaui angka yang pernah diraih PSI sebelumnya,” ujar Ahmad Ali.
Ia kemudian menyinggung kembali pemberitaan mengenai rumahnya yang disebut pernah digeledah dan adanya penyitaan uang. Menurut dia, isu tersebut bukan peristiwa baru, melainkan cerita satu atau dua tahun lalu yang kembali dimunculkan.
“Makanya tidak heran akhir-akhir ini muncul di media-media seluruh daerah bahwa rumah Ahmad Ali digeledah dan ada penyitaan uang. Padahal, itu cerita satu atau dua tahun lalu. Tapi kemudian diangkat lagi, sengaja diangkat kembali,” katanya.
Ahmad Ali menyayangkan isu tersebut dikemas seolah-olah penggeledahan terhadap rumahnya baru terjadi.
“Seolah baru kemarin rumah saya digeledah oleh KPK, padahal itu adalah cerita lama. Artinya apa? Mereka memperhitungkan. Salah satu yang diperhitungkan di PSI ini adalah Ahmad Ali dan Pak Jokowi,” ungkapnya.
Ia menilai isu tersebut merupakan bagian dari upaya untuk melemahkan PSI dengan menyerang tokoh-tokoh yang dianggap memiliki pengaruh di dalam partai.
“Fitnah-fitnah itu terus dikembangkan. Walaupun kemudian tidak sedikit para politisi yang sudah pernah terjebak dengan kasus yang sama,” ujarnya.
Ahmad Ali menegaskan, seseorang yang pernah digeledah maupun diperiksa aparat penegak hukum tidak serta-merta dapat dinyatakan bersalah.
“Karena tidak semua orang yang pernah digeledah atau pernah diperiksa, kemudian otomatis dinyatakan bersalah. Itu tidak otomatis,” tegasnya.
Ia menyebut ada pihak yang berusaha mencari celah untuk melemahkan PSI, terutama dengan membidik tokoh-tokoh utamanya. Selain dirinya, nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo juga disebut menjadi sasaran.
“Kalau dua tokoh ini kemudian dikriminalisasi, maka dapat melemahkan partai ini secara rasional,” kata Ahmad Ali.
Meski isu tersebut kembali mencuat, Ahmad Ali mengaku tidak gentar. Ia bahkan meminta masyarakat Sulawesi Tengah tidak meragukan dirinya.
“Tapi insyaallah, percayalah masyarakat Sulawesi Tengah, saya tidak akan pernah mempermalukan kalian karena kasus-kasus seperti itu. Saya bukan seorang penjahat, apalagi pencuri,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kondisinya yang hingga kini masih aktif berdiri di hadapan kader PSI. Karena itu, Ahmad Ali mengajak seluruh kader memperkuat konsolidasi dan bersama-sama merebut kembali kemenangan yang pernah diraih partai tersebut.
“Saya yakin, kalau kita bersama-sama bergandengan tangan dan melakukan konsolidasi membangun partai ini, kita menjadi pemenang,” katanya, memompa semangat kader PSI dalam Rakorda.
Ahmad Ali menargetkan PSI bisa masuk jajaran partai besar pada Pemilu 2029. Ia optimistis PSI mampu bersaing untuk menempati posisi tiga atau empat besar.
Untuk target tersebut, Ahmad Ali menyatakan siap mempertaruhkan namanya untuk memenangkan PSI, termasuk di Sulawesi Tengah.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





