KABAR SULTENG – Jelang pencopotan dirinya dari jabatan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa masih menjalankan tugasnya menghadiri rapat bersama Komite IV DPD RI, pada Senin (14/9), sekitar 11: WIB.
Purbaya tengah menghadiri Rapat Kerja Gabungan Komite IV DPD RI bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Bank Indonesia.
Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat GBHN, Nusantara V, Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta.
Baca juga: Mentan Amran Copot Manajer Pupuk di Banggai Usai Dengar Langsung Keluhan Petani
Rapat yang dipimpin Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi itu masih berlangsung ketika Purbaya menyampaikan paparannya.
Di tengah paparan, Nawardi tiba-tiba melakukan interupsi. Ia meminta Purbaya melihat telepon dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
“Pak menteri saya putus dulu, katanya ada telepon dari Mensesneg. Tolong dilihat dulu,” ujar Nawardi, dikutip dari siaran Youtube DPD RI.
Momen telepon tersebut terjadi beberapa jam sebelum Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara.
Prosesi pelantikan Suahasil berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB pada hari yang sama, Senin (14/9).
Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih.
Setelah dilantik sebagai Menteri Keuangan untuk sisa masa jabatan periode 2024-2029, Suahasil Nazara langsung menyampaikan sejumlah prioritas yang menjadi arahan Presiden Prabowo.
Suahasil mengatakan Presiden memintanya menjaga kesehatan sekaligus kredibilitas keuangan negara. Menurut dia, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus tetap sehat dan mampu membiayai program-program prioritas pemerintah.
“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ungkap Suahasil, dilansir dari laman resmi Presiden.
Ia menegaskan APBN bukan hanya harus sehat dari sisi fiskal, tetapi juga dipercaya publik.
“Jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah, karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel, APBN itu harus dapat dipercaya,” lanjutnya.
Suahasil juga memastikan pemerintah tetap menjaga defisit APBN di bawah batas 3 persen.
“Defisit akan tetap di bawah 3 persen,” tegasnya.
Selain menjaga kondisi fiskal, Suahasil menekankan pentingnya komunikasi publik dalam pengelolaan keuangan negara. Ia menyebut kredibilitas APBN harus dibangun melalui kebijakan yang sehat sekaligus komunikasi yang konsisten dan dapat dipercaya masyarakat.
“Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah,” ujarnya.
Soal efisiensi anggaran, Suahasil mengatakan efisiensi tidak bisa hanya diartikan sebagai pemotongan belanja. Menurutnya, anggaran yang tersedia harus digunakan seoptimal mungkin agar menghasilkan keluaran yang maksimal dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Suahasil juga memastikan proses transisi di Kementerian Keuangan akan dikoordinasikan dengan baik. Ia ingin pengelolaan keuangan negara dan berbagai program pemerintah tetap berjalan tanpa terputus selama proses pergantian kepemimpinan tersebut.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





