PALU, KABAR SULTENG – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang ASN perempuan yang diduga melibatkan oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) memasuki babak baru.
Kasus ini diduga menyeret oknum pejabat Pemprov Sulteng berinisial SL, menjabat sebagai Kasubbag di salah satu biro Setda, kini tengah ditangani Inspektorat Sulteng.
Korban yang merupakan ASN muda dan bertugas di salah satu biro lingkup Pemprov Sulteng diketahui telah melaporkan persoalan tersebut ke Inspektorat sekitar dua pekan lalu.
Inspektur Inspektorat Sulteng, Fahrudin D. Yambas, mengatakan pihaknya langsung melakukan pendalaman setelah menerima laporan dari korban.
“Jadi setelah dilaporkan oleh yang bersangkutan, kami lakukan pendalaman dan pengumpulan data,” ujar Fahrudin saat dikonfirmasi kabarsulteng.id, Senin (22/6/2026).
Menurut Fahrudin, Inspektorat juga telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan guna mencocokkan data yang telah dihimpun.
“Hari ini kami telah memanggil saksi-saksi. Ada tiga orang yang dipanggil untuk meng-crosscheck data-data yang telah dikumpulkan,” ungkapnya.
Ia menegaskan Inspektorat Sulteng akan menuntaskan penanganan kasus tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.
Sebelumnya, pihak keluarga korban mengaku baru mengetahui persoalan yang dialami korban setelah melihat perubahan sikap dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami tidak tahu adik kami menghadapi masalah sebesar ini. Dia memang orangnya polos dan tidak banyak bercerita. Belakangan kami lihat dia sering murung, linglung, dan kondisi mentalnya terganggu,” ujar salah seorang anggota keluarga.
Menurut keluarga, setiap kali korban berusaha menghindar, tekanan dari terduga pelaku justru semakin meningkat.
Keluarga juga menunjukkan sejumlah tangkapan layar percakapan yang diduga berisi ancaman dan intimidasi. Dalam pesan tersebut, terduga pelaku disebut menuliskan kalimat bernada ancaman, antara lain:
“Jangan kira saya tidak bisa mutasi di ujung kabupaten sana anda.”
“Oh anda tunggu saja nasibmu dekat-dekat ini.”
“Jangan buat saya bertindak lebih.”
Selain tangkapan layar percakapan, keluarga turut memperlihatkan sejumlah foto yang diklaim sebagai bukti kekerasan oleh oknum pejabat Pemprov Sulteng tersebut.
Dalam foto tersebut terlihat luka yang disebut sebagai bekas cekikan serta memar di bagian lutut korban.
Keluarga juga mengungkapkan bahwa terduga pelaku diduga meminta korban agar tidak membuka persoalan itu ke publik dengan alasan sedang menjalani proses promosi jabatan.
Akibat tekanan yang terus dialami, korban kini disebut memilih menghindari pertemuan dengan terduga pelaku karena merasa takut.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





