Kadin Parimo Ungkap Siasat Oknum Tengkulak Durian yang Merugikan Petani

Kadin Parimo Ungkap Siasat Oknum Tengkulak Durian yang Merugikan Petani
Ketua Kadin Parimo, Faradiba Zaenong (kanan) sebagai narasumber dalam dialog bersama petani durian, Kamis (28/5/2026) di PT Sentra Pangan Sejahtera, Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara. (Foto: Andi Sadam/KabarSulteng.id)

PARIMO, KABAR SULTENG – Tata niaga durian di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, sedang menjadi sorotan.

Praktik panen dini oleh petani dan manipulasi sortir oleh oknum spekulan bakal mengancam keberlanjutan bisnis buah premium tersebut.

Bacaan Lainnya

Ketua Kadin Parimo, Faradiba Zaenong, mengendus adanya permainan kotor di tingkat bawah.

Hal ini memicu dua masalah, yakni durian mentah dan sortir palsu. Banyak petani nekat memanen durian dengan tingkat kematangan di bawah 70 persen. Alasan klasiknya, demi perputaran uang yang cepat.

Dampaknya fatal. Buah muda ini otomatis anjlok ke grade C saat masuk ruang sortir. Pengusaha rumah pengemasan atau packing house pun buntung.

Baca Juga: Rumah Kemas Durian Menjamur di Sulteng, 35 Belum Kantongi Izin

“Pasti packing house akan rugi,” kata Faradiba saat mendampingi Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, di PT Sentra Pangan Sejahtera, Kamis (25/5/2026).

Faradiba mengingatkan petani agar tidak terjebak ego jangka pendek. Aksi tebas muda ini perlahan menghancurkan reputasi mereka sendiri di mata pasar. “Sekali dicap buruk, pembeli bakal hengkang,” ucap Faradiba.

Persoalan tak berhenti di situ. Di lapangan, para petani juga menjadi mangsa empuk para spekulan.

Muncul oknum-oknum culas yang mencatut nama gudang besar. Mereka menekan harga petani lewat modus penyortiran yang tidak masuk akal.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Polres Parimo Pasok Hewan Kurban ke Lapas hingga Pesantren

Gudang profesional, tegas Faradiba, tidak akan memakai cara-cara kotor yang mencekik petani.

Ia meminta para petani tidak tinggal diam dan segera melapor jika mencium gelagat culas tersebut.

“Kalau ada yang datang dan bilang sortiran ABC atau sortiran keras, hubungi saya. Nanti saya bantu mediasi,” ujarnya.

Sengkarut ini tidak bisa dibiarkan larut. Kadin Parimo mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera turun tangan.

Regulasi ketat dan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) ekosistem durian menjadi harga mati.

Tanpa kepastian hukum, masa depan petani, UMKM, dan pengusaha durian di Parimo taruhannya.(**)

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait