PARIMO, KABAR SULTENG – Ketua LSM FORMAT Parigi Moutong, Rustam H Husen mengecam keras operasi penertiban PETI di Hulu Sungai Taopa yang dilakukan oleh Polhut Dinas Kehutanan (Dishut) Sulteng bersama Gakkum di hulu Sungai Taopa, wilayah Desa Gio Barat.
Rustam menilai operasi tersebut tidak menyentuh para cukong yang menjadi aktor utama kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Ia menyebut, hanya satu orang berinisial LD yang ditangkap, sementara alat berat yang disita hanya dua unit.
“Yang ditangkap cuma satu orang, alat berat cuma dua unit yang disita, padahal ada belasan alat berat yang beroperasi di sana,” tegas Rustam H. Husen dalam keterangan tertulis, Selasa (11/11/2025).
Rustam meminta Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, agar memerintahkan Dinas Kehutanan dan Polisi Kehutanan (Polhut) menindak tegas semua pihak yang terlibat tanpa tebang pilih.
“Kami harap Pak Gubernur memerintahkan Polhut menangkap semua cukong, pemilik alat berat, dan oknum masyarakat yang mengklaim lahan kawasan hutan,” tandasnya.
Menurutnya, aktivitas PETI di Hulu Sungai Taopa telah menimbulkan dampak besar bagi masyarakat, terutama para petani, karena merusak lingkungan dan mencemari aliran sungai.
Rustam mengungkapkan, sebelum operasi digelar, sebagian besar alat berat sudah disembunyikan dan para cukong diduga melarikan diri lebih dulu dari lokasi.
“Informasi yang kami terima, sebagian besar alat berat disembunyikan di halaman rumah warga yang dekat dari lokasi, dan sebagian lainnya sudah diturunkan lebih dulu oleh oknum aparat tertentu,” ujarnya.
Ia menegaskan, operasi penertiban PETI di Hulu Sungai Taopa harus menjadi pembelajaran serius bagi seluruh pihak, termasuk mengusut dugaan keterlibatan oknum aparat yang menjadi beking para pelaku tambang ilegal tersebut.
Selain di Desa Gio Barat, Rustam juga meminta operasi serupa dilakukan di Desa Lobu, Lambunu, dan Karya Mandiri Kabupaten Parigi Moutong, yang diduga masih terdapat aktivitas PETI.
“Kami mendesak Bapak Gubernur memerintahkan Polhut Dinas Kehutanan segera menertibkan semua lokasi PETI dan membongkar siapa dalang di balik maraknya tambang ilegal di wilayah kami,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dishut Sulteng maupun Gakkum Sulawesi terkait operasi penertiban tersebut.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





