PARIMO, KABAR SULTENG – Sebanyak 6.601 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, belum menerima bantuan hingga triwulan III 2026. Dinas Sosial (Dinsos) setempat menyebut penyaluran bantuan itu tertunda karena data penerima terindikasi memiliki aktivitas judi online (judol).
Kepala Bidang Pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinsos Parimo, Ayub Ansyari, mengatakan pemerintah pusat menetapkan kuota PKH di Parimo sebanyak 29.118 KPM pada 2026.
“PKH merupakan bantuan bersyarat dari Kementerian Sosial diberikan kepada warga dengan tingkat kesejahteraan rendah,” kata Ayub, Selasa (15/9/2026).
Baca juga: Dugaan Permainan Barcode, Pemkab Parimo Bentuk Tim Pengawas Distribusi BBM Bersubsidi
Dari total kuota tersebut, sebanyak 22.518 KPM PKH telah menerima bantuan hingga triwulan III. Sementara 6.601 KPM lainnya masih tertunda.
Ayub mengatakan PKH merupakan salah satu instrumen perlindungan sosial untuk meringankan beban pengeluaran keluarga miskin dan rentan dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Menurut dia, program tersebut juga menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menekan angka kemiskinan. Data BPS menunjukkan persentase penduduk miskin Parimo turun dari 14,91 persen pada 2023 menjadi 14,20 persen pada 2024. Pada 2025, angka tersebut kembali turun menjadi 13,51 persen.
“PKH salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam menekan angka kemiskinan dan warga terdaftar dalam PKH adalah warga dengan tingkat kemiskinan ekstrem,” ujarnya.
Ayub menjelaskan penerima yang telah keluar dari PKH karena tingkat kesejahteraannya meningkat dan dinilai potensial mengembangkan usaha selanjutnya dapat diarahkan ke Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).
Namun, proses graduasi dan pendampingan dapat dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk pencatatan data penerima yang terindikasi sebagai pelaku judol.
Baca juga: Dinsos Parimo Temukan 7.197 Penerima Bansos Terindikasi Judol
Selain PKH, pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial sembako melalui Kementerian Sosial. Parimo mendapat kuota sekitar 46 ribu KPM. Hingga triwulan III 2026, sebanyak 31.353 KPM telah menerima bantuan tersebut.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





