Jalur Trans Sulawesi di Parimo Putus, BPJN Bangun Jembatan Darurat

Jalur Trans Sulawesi di Parimo Putus, BPJN Bangun Jembatan Darurat
BPJN Sulteng mulai membangun jembatan darurat di Desa Peningka, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sabtu (29/8/2026). (Foto: FB. Rhany T. Damopoli'i)

PARIMO, KABAR SULTENG – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah mulai membangun jembatan darurat di Desa Peningka, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sabtu (29/8/2026).

Jembatan pada jalur Trans Sulawesi itu amblas setelah diterjang banjir. Satu unit ekskavator diturunkan untuk mempercepat proses pembangunan jembatan darurat.

Bacaan Lainnya

Hingga Sabtu pagi, jalur tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda empat. Kondisi itu memicu antrean panjang dari arah utara maupun selatan sejak Jumat malam.

Baca juga: 188 KK Terdampak Banjir di Kasimbar Parimo, Satu Jembatan Putus

Sejumlah pengendara bahkan terpaksa menginap di jalur Trans Sulawesi karena belum dapat melanjutkan perjalanan.

Kepala BPBD Parimo, Moh Rivai, mengatakan penanganan tidak hanya difokuskan pada pembangunan jembatan. Tim di lapangan juga terus menangani sejumlah titik longsor yang menutup badan jalan.

“Jalur itu satu-satunya jalur utama penghubung antarprovinsi, sehingga kendaraan melintas terpaksa terhenti,” ujar Rivai.

Banjir dan longsor di Kecamatan Kasimbar terjadi sejak Jumat pagi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Luapan sungai masuk ke permukiman warga.

Material berupa batu, kayu, dan sedimentasi juga terbawa aliran dari lereng gunung. Longsoran dinding gunung kemudian menutup badan jalan.

Baca juga: 6 Titik Longsor Tutup Trans Sulawesi di Kasimbar Parimo, Satu Jembatan Dibatasi

“Ada enam titik longsor, sempat melumpuhkan arus lalu lintas. Titik longsor cukup parah berada perbatasan Desa Peningka dan Desa Laemanta,” tutur Rivai.

BPBD Parimo mencatat 188 kepala keluarga terdampak banjir. Rinciannya, 34 KK di Desa Laemanta, 81 KK di Desa Laemanta Utara, dan 73 KK di Desa Labuan Donggulu. Sementara data warga terdampak di Desa Peningka masih dalam proses pendataan.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik diĀ sini

Pos terkait