6 Titik Longsor Tutup Trans Sulawesi di Kasimbar Parimo, Satu Jembatan Dibatasi

6 Titik Longsor Tutup Trans Sulawesi di Kasimbar Parimo, Satu Jembatan Dibatasi
Polisi bersama warga setempat mengatur arus kendaraan di titik longsor yang menutupi ruas jalan trans sulawesi, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parimo. (Foto: Sam’udin)

PARIMO, KABAR SULTENG – Arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, kembali bergerak setelah sempat lumpuh akibat banjir dan longsor, Jumat (28/8/2026).

Polisi kini mengatur arus kendaraan karena sejumlah titik masih hanya dapat dilalui dengan sistem satu jalur. Material longsor juga masih dalam proses pembersihan.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Kasimbar Ipda I Komang Sukania mengatakan, sedikitnya terdapat enam titik longsor yang sempat menutup badan jalan.

Baca juga: Banjir Terjang Empat Desa di Kasimbar Parimo, Jalan Trans Sulawesi Tertutup Longsor

“Lalu lintas sempat lumpuh karena badan jalan tertimbun longsor dan terdampak banjir. Saat ini ruas jalan sudah bisa dilalui, namun masih satu jalur,” kata Komang saat dihubungi wartawan, Jumat siang (28/8/2026).

Menurutnya, penanganan dilakukan personel TNI/Polri bersama warga. Pembersihan diprioritaskan karena Trans Sulawesi merupakan jalur utama lintas provinsi dan tidak tersedia jalur alternatif.

“Tidak ada jalur alternatif selain jalur Trans Sulawesi ini. Sehingga kami terus berupaya membersihkan material supaya arus lalu lintas lancar,” ujarnya.

Sebanyak 21 personel Polri dikerahkan untuk penanganan banjir dan longsor di wilayah Kasimbar. Polisi juga mengimbau pengendara berhati-hati karena permukaan jalan masih basah dan tertutup lumpur.

Selain longsor, satu jembatan di Desa Peningka mengalami penggerusan akibat arus air. Polisi membatasi kendaraan yang melintas di jembatan tersebut.

Baca juga: PT SPS Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Avolua Parimo

“Kekuatan jembatan hanya bisa dilewati satu kendaraan, itupun dengan beban di bawah 2 ton,” kata Komang.

Data Pusdalops BPBD Parimo mencatat banjir menerjang empat desa, yakni Labuan Donggulu, Laemanta, Laemanta Utara, dan Peningka. Bencana terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Parimo pada Jumat pagi.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait