PALU, KABAR SULTENG – Anggota DPRD Kota Palu, Andika Riansa Mustaqim, berupaya mencari jalan keluar atas kebutuhan warga di tengah efisiensi anggaran.
Hal itu disampaikan Andika Riansa Mustaqim saat menggelar reses di Jalan Pelita Air Permai, Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kamis (20/8/2026).
Dalam reses tersebut, Andika Riansa Mustaqim tidak hanya menyerap aspirasi warga, tetapi juga menghadirkan perwakilan Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu, Endah, untuk memberikan informasi mengenai akses bantuan usaha, koperasi hingga peluang kerja.
Andika mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena sebagian besar warga di wilayah itu bergerak di sektor UMKM. Dengan menghadirkan pihak dinas, warga bisa langsung memperoleh informasi mengenai program pemerintah yang dapat mereka akses.
Baca juga: Rawan Kecelakaan, Rezki Pakamundi Adakan Lampu dan Kaca Cembung Pakai Dana Pribadi di Jalan Lembu IV
“Saya minta Ibu Endah mendampingi saya karena yang saya tahu, sebagian besar warga di daerah sini pekerjaannya UMKM,” kata Andika.
Andika yang merupakan anggota Komisi C DPRD Kota Palu mengatakan, dirinya bersama anggota dewan lainnya tetap berusaha membantu masyarakat sesuai kewenangan dan kemampuan yang dimiliki.
Ia mengakui tidak semua aspirasi warga dapat langsung direalisasikan. Kondisi tersebut tidak lepas dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang turut berdampak terhadap kemampuan pemerintah daerah.
Salah satu aspirasi yang hingga kini belum terealisasi adalah pengaspalan jalan di kawasan Jalan Garuda. Aspirasi itu, kata Andika, sudah ia masukkan sejak pertama kali menjabat sebagai anggota DPRD dan melaksanakan reses.
“Bukan berarti kami tidak mau membantu. Kalau masih bisa kami bantu, kami bantu. Kalau tidak, kami minta maaf sebagai anggota DPRD,” ujarnya.
Menurut Andika, banyak aspirasi yang diterimanya di Komisi C berkaitan dengan pembangunan jalan dan drainase. Persoalannya, kebutuhan anggaran untuk pekerjaan tersebut cukup besar, sementara ruang fiskal pemerintah saat ini terbatas.
Ia mencontohkan pengaspalan satu ruas jalan saja dapat membutuhkan anggaran hingga sekitar Rp200 juta. Sementara pokok pikiran yang dapat diperjuangkan anggota dewan juga memiliki keterbatasan anggaran.
Meski demikian, Andika mengatakan dirinya tidak ingin menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk berhenti membantu masyarakat.
Ia menyebut sejumlah anggota DPRD bahkan menggunakan dana pribadi untuk membantu kebutuhan warga yang masih dapat ditangani secara langsung.
“Kalau masih bisa kami bantu, kami bantu. Tapi tentu ada batasannya karena kami juga punya tupoksi dan batasan sebagai anggota DPRD,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Andika juga menjelaskan posisi DPRD dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Menurutnya, anggota dewan memiliki fungsi menyerap dan memperjuangkan aspirasi, tetapi realisasi program tetap bergantung pada kemampuan anggaran serta kebijakan pemerintah daerah.
Sementara itu, perwakilan Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu, Endah, menyampaikan sejumlah program yang dapat dimanfaatkan warga.
Salah satunya bantuan modal usaha sebesar Rp2 juta. Namun, Endah menyebut program tersebut tahun ini mengalami keterbatasan akibat efisiensi anggaran.
Masyarakat yang ingin mengakses bantuan dapat mengajukan melalui layanan Sangu Palu dengan terlebih dahulu memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
Selain bantuan modal, warga juga dapat memperoleh pendampingan untuk pembentukan koperasi. Endah menjelaskan, koperasi dapat dibentuk minimal oleh sembilan orang dengan modal sekitar Rp20 juta.
“Kalau Bapak-Ibu mau membentuk koperasi, bisa datang ke dinas kami. Kami bantu administrasi dan legalitasnya,” kata Endah.
Dinas juga menyediakan informasi lowongan pekerjaan melalui layanan bagi pencari kerja. Informasi rekrutmen dari sejumlah perusahaan yang masuk ke dinas akan diteruskan kepada masyarakat.
Termasuk peluang bekerja ke Jepang. Endah mengatakan, masyarakat yang berminat dapat mengikuti pelatihan terlebih dahulu sebelum mengikuti tahapan berikutnya di Jakarta.
Adapun Reses Anggota DPRD Kota Palu dari Dapil III pada Masa Persidangan Caturwulan II Tahun Sidang 2026, didampingi koordinator pendamping Mardiyah dan Mamnun Aulia Rahman, serta pendamping Dody Kusdianto H. Garusu dan Syarifudin.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





