Dikepung Sesar Aktif, Parimo Belum Punya Kajian Risiko Likuefaksi

Dikepung Sesar Aktif, Parimo Belum Punya Kajian Risiko Likuefaksi
Plt Kepala BPBD Parimo, Moh Rivai. (Foto: Andi Sadam/Kabarsulteng.id)

PARIMO, KABAR SULTENG – Tanah di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menyimpan ancaman likuefaksi. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memetakan wilayah ini berada pada zona kerawanan tingkat menengah.

Bahaya laten itu mengintai di bawah tanah. Jika gempa dangkal berkekuatan besar mengguncang, tanah padat bisa mendadak mencair.

Bacaan Lainnya

“Kajian itu menjadi acuan kami untuk penelitian lanjutan seberapa besar potensi likuefaksi di daerah ini,” ungkap Pelaksana tugas Kepala BPBD Parimo, Moh Rivai, usai lokakarya kebencanaan di Parigi, Rabu (22/7/2026).

Baca juga: Gertak Somasi Mempan, BK DPRD Parimo Agendakan Sidang Pendahuluan Kasus Etik Selpina

Ancaman ini bukan rekaan. Parimo dikepung sejumlah sesar aktif. Ada Sesar Sausu dan Tokara. Di tetangganya, Poso, membentang Sesar Tambarana. Belum lagi rambatan dampak Sesar Palu Koro yang legendaris itu.

Kondisi geografisnya kian riskan. Parimo dikelilingi lereng gunung yang curam. Anak-anak sungai tak produktif menjamur.

Selain gempa dan likuefaksi, bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, hingga banjir rob siap menerjang kapan saja.

Ironisnya, Parimo belum mengantongi dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) khusus likuefaksi untuk tahun 2026.

Pemkab memang sempat mengkaji kerawanan bencana pada 2019. Namun, pemetaan komprehensif baru akan masuk dalam revisi dokumen KRB 2027 mendatang.

Rivai meminta warga tidak panik. Kuncinya ada pada kesiapsiagaan diri, bukan ketakutan yang melumpuhkan.

Baca juga: Pemkab Parimo Wajibkan Kabid hingga Kadis Tes Urine, yang Mangkir Diburu

“Masyarakat tidak perlu takut, tapi harus tingkatkan kewaspadaan dan perkuat mitigasi,” kata Rivai.

Menurutnya, mitigasi tak akan mempan tanpa edukasi, literasi, tata ruang yang tepat, dan pemetaan risiko yang jelas.

“Penguatan budaya sadar bencana adalah tugas kita bersama,” ucap dia.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik diĀ sini

 

Pos terkait