Optimis Hadapi 2026, Dirut BRI Yakin Transformasi Perkuat Kinerja

Optimis Hadapi 2026, Dirut BRI Yakin Transformasi Perkuat Kinerja
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi

JAKARTA, KABAR SULTENG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menegaskan keyakinannya bahwa kinerja perseroan akan terus membaik dalam beberapa tahun ke depan seiring berjalannya transformasi menyeluruh yang tengah dijalankan.

Optimisme ini menjadi fondasi BRI dalam menatap tahun 2026 dan fase pertumbuhan jangka panjang berikutnya.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, meminta seluruh pemangku kepentingan, termasuk investor, untuk memandang saham BBRI sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang.

Menurutnya, transformasi yang dilakukan BRI membutuhkan waktu agar dampaknya terlihat optimal dan berkelanjutan.

Baca juga: Sederet Capaian BRI dan Kontribusi Nyata untuk Negeri Sepanjang 2025

“Sudah lebih dari delapan bulan kita menjalankan transformasi. Hasilnya mulai terlihat dan pada 2026 hingga 2027 BRI akan jauh lebih baik. Harapannya, BRI bisa take-off dan melaju lebih kencang dibandingkan sebelumnya,” ujar Hery.

Hery menegaskan bahwa transformasi BRI tidak bersifat instan. Perubahan menyeluruh membutuhkan konsistensi agar benar-benar berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Transformasi tersebut tidak hanya menyasar aspek bisnis, tetapi juga mencakup berbagai enabler pendukung, mulai dari operasional, teknologi, permodalan, hingga penguatan merek.

Ia menekankan bahwa perubahan pola pikir dan budaya kerja menjadi kunci utama keberhasilan transformasi.

Menurutnya, budaya kerja yang kuat akan berbanding lurus dengan peningkatan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

“Yang paling penting adalah mindset. Budaya kerja yang solid pasti akan mendorong kinerja perusahaan secara keseluruhan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Hery menilai proses transformasi ini membutuhkan waktu setidaknya dua tahun agar mampu memberikan hasil yang optimal. Sebelumnya, pada Juli 2025, BRI secara resmi meluncurkan program transformasi bertajuk BRIVolution Reignite.

Program ini dirancang untuk membawa BRI memasuki fase pertumbuhan yang lebih efisien, lebih customer centric, dan berkelanjutan.

Dalam implementasinya, transformasi BRI berfokus pada penguatan sisi funding atau pendanaan. Perseroan memperbaiki struktur pendanaan dengan meningkatkan rasio dana murah guna menekan cost of fund dan memperkuat daya saing.

“Di sisi penyaluran kredit dan pinjaman, kami terus membenahi segmen mikro, konsumen, usaha kecil dan menengah, hingga komersial. BRI juga bertransformasi di sisi operasional dengan fokus pada pembenahan proses serta peningkatan kualitas layanan,” imbuh Hery.

Selain aspek bisnis dan operasional, BRI juga melakukan pembenahan dari sisi sumber daya manusia.

Perseroan meningkatkan kualitas data dan sistem, memperbarui manajemen talenta, serta memperkuat kinerja manajemen, termasuk melalui penerapan sistem reward yang lebih terukur dan berorientasi kinerja.

Langkah terbaru dalam agenda transformasi tersebut ditandai dengan peluncuran Corporate Rebranding pada Selasa (16/12).

Rebranding ini menjadi bagian integral dari transformasi menyeluruh BRI untuk memastikan relevansi dan daya saing jangka panjang di tengah perubahan lanskap industri keuangan.

“Melalui Corporate Rebranding, BRI menegaskan posisinya sebagai bank universal yang tetap berakar kuat pada UMKM dan DNA ekonomi kerakyatan.

Di saat yang sama, BRI juga adaptif terhadap akselerasi digital, dinamika kebutuhan nasabah, serta tuntutan tata kelola berkelanjutan,” pungkas Hery.

Ia menegaskan bahwa rebranding ini tidak sekadar pembaruan identitas visual, melainkan cerminan perubahan cara berpikir, cara bekerja, dan cara BRI menghadirkan nilai bagi nasabah, investor, pelaku UMKM, serta perekonomian nasional secara lebih relevan dan inklusif.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait