
JAKARTA, – Tren fesyen berbasis wastra Nusantara mendorong pelaku usaha perempuan menghadirkan produk yang memadukan estetika, nilai budaya, dan eksklusivitas. Hal ini tercermin pada JJC Rumah Jahit, usaha fesyen asal Jakarta Utara yang mengembangkan desain modern berbasis kain tenun.
JJC Rumah Jahit menghadirkan berbagai produk fesyen dengan memadukan kain tenun polos, tenun perca, serta bordir bermotif budaya Jakarta dan Nusantara.
Produk yang paling diminati berupa outer kombinasi tenun dan bordir yang cocok digunakan untuk tampilan kasual hingga semi formal.
Setiap koleksi diproduksi secara terbatas, maksimal 12 potong per desain, sehingga memberikan kesan eksklusif bagi pelanggan.
Selain itu, JJC Rumah Jahit menyediakan layanan kustom yang memungkinkan konsumen menyesuaikan produk sesuai kebutuhan dan preferensi.
Layanan ini dirancang untuk mendukung aktivitas perempuan sehari-hari, sejalan dengan konsep “For Women on the Move.”
Pemilik JJC Rumah Jahit, Jihan Astriningtrias, menjelaskan bahwa usaha tersebut berawal dari inisiatif sederhana yang kemudian berkembang menjadi peluang usaha berkelanjutan.
“JJC Rumah Jahit tidak dibangun dari mimpi besar. Bunda kami mendirikan butik rumahan ini pada 2003 dengan asa sederhana, yaitu tetap berkarya dan berdaya dari rumah. Namun, dari asa kecil itu, kami berani membangun cita-cita besar untuk mengembangkan JJC Rumah Jahit secara berkelanjutan,” ujarnya.
Seiring rebranding pada 2023, JJC Rumah Jahit memperkuat desain kontemporer dan memperluas jangkauan pasar melalui berbagai kanal, mulai dari gerai luring, marketplace, social commerce, hingga pameran dan kerja sama B2B.
Usaha ini juga mengoptimalkan kanal digital untuk mendukung promosi dan penjualan.
Dalam operasionalnya, JJC Rumah Jahit memanfaatkan layanan perbankan dari BRI, termasuk QRIS, guna mendukung transaksi yang lebih praktis dan efisien.
Di sisi lain, Jihan aktif meningkatkan kapasitas usaha melalui platform LinkUMKM BRI sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan bisnis.
“Saya merupakan anggota binaan Rumah BUMN BRI yang telah memberikan banyak bimbingan dan akses informasi untuk pengembangan usaha, termasuk melalui platform LinkUMKM BRI. Dengan adanya LinkUMKM, saya tidak lagi kebingungan menghadapi kendala maupun merencanakan ekspansi usaha karena tersedia berbagai modul pembelajaran dan coaching clinic yang membantu UMKM bertumbuh serta mengambil keputusan bisnis secara lebih terarah,” jelas Jihan.
Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga percepatan naik kelas.
Platform ini menghadirkan enam fitur utama yang terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, serta registrasi NIB, dan didukung lebih dari 750 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.
Secara terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa LinkUMKM menjadi bagian dari strategi BRI dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM secara terstruktur dan berkelanjutan, termasuk dalam mendorong peran pengusaha perempuan.
“Pengalaman JJC Rumah Jahit menunjukkan bahwa pelaku usaha perempuan dapat berkembang lebih terarah melalui pemanfaatan LinkUMKM sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan BRI.
Platform ini tidak hanya menyediakan akses pembelajaran, tetapi juga memperkuat kapabilitas usaha dan mendorong perluasan pasar secara berkelanjutan.
Ke depan, BRI akan terus mengoptimalkan LinkUMKM untuk menciptakan lebih banyak UMKM naik kelas serta memperkuat kontribusi terhadap ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.(Adv)





