PARIMO, KABAR SULTENG – Pemerintah Daerah Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, diduga mengalokasikan anggaran sekitar Rp8 miliar per tahun untuk sewa kendaraan dinas.
Besaran anggaran sewa kendaraan dinas Parimo ini menuai sorotan karena dinilai belum sejalan dengan prinsip efisiensi belanja daerah.
Pengamat kebijakan publik, Riswan B Ismail, menilai pemerintah daerah perlu mengevaluasi secara menyeluruh penggunaan anggaran besar untuk sewa kendaraan dinas Parimo.
“Jika anggaran mencapai miliaran rupiah setiap tahun, pemerintah harus melakukan evaluasi serius. Prinsip efisiensi harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan pengeluaran daerah,” ujar Riswan, pada Rabu (25/3).
Baca juga: Wabup Parimo Tekankan Disiplin dan Pelayanan, ASN Diminta Tak Bermalas-malasan
Menurutnya, di tengah tuntutan optimalisasi pelayanan publik, pemerintah daerah harus lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran, termasuk untuk fasilitas kendaraan dinas.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi agar publik mengetahui secara jelas peruntukan anggaran tersebut. Riswan meminta pemerintah membuka informasi terkait jumlah kendaraan yang disewa, durasi kontrak, hingga urgensi penggunaannya secara rinci kepada masyarakat.
“Perlu dipertanyakan juga, apakah masih ada tunjangan kendaraan dan tunjangan rumah dinas yang diterima? Jika iya, bagaimana sinkronisasinya dengan kebijakan sewa kendaraan ini?” katanya.
Selain itu, ia menyoroti aspek akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran, termasuk pengawasan penggunaan kendaraan dinas agar benar-benar sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Riswan juga mempertanyakan dasar perhitungan anggaran hingga mencapai Rp8 miliar per tahun serta jumlah kendaraan yang disewa setiap tahunnya.
Ia menegaskan, kebijakan anggaran daerah harus berorientasi pada kepentingan pelayanan publik, bukan sekadar pemenuhan fasilitas.
Sebagai alternatif, Riswan menyarankan Pemda Parimo mempertimbangkan langkah efisiensi, seperti mengoptimalkan aset yang telah dimiliki atau melakukan pengadaan kendaraan secara bertahap guna menekan beban anggaran dalam jangka panjang.
“Efisiensi anggaran bukan hanya soal penghematan, tetapi memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemda Parigi Moutong belum memberikan keterangan resmi terkait alokasi anggaran tersebut.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





