Kolaborasi PT CPM-DLH Palu Luncurkan Gerakan Poboya Pakaroso, Dorong Ekonomi Warga dan Pengelolaan Sampah

Kolaborasi PT CPM-DLH Palu Luncurkan Gerakan Poboya Pakaroso, Dorong Ekonomi Warga dan Pengelolaan Sampah
PT Citra Palu Minerals (CPM) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu meluncurkan Gerakan Poboya Pakaroso di Lapangan Watumorangga, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Senin (16/2/2026).

PALU, KABAR SULTENG – PT Citra Palu Minerals (CPM) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu meluncurkan Gerakan Poboya Pakaroso di Lapangan Watumorangga, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Senin (16/2/2026).

Kolaborasi PT CPM-DLH Palu sebagai langkah konkret pemberdayaan masyarakat dan penguatan pengelolaan lingkungan di wilayah lingkar tambang.

Bacaan Lainnya

Peluncuran Gerakan Poboya Pakaroso tersebut dihadiri General Manager PT CPM Ari Nugroho, Kepala DLH Kota Palu Mohammad Arif Lamakarate, Camat Mantikulore, serta Lurah Poboya.

Baca juga: Jaga Harga Pangan Tetap Stabil, Operasi Pasar di Palu Digencarkan Jelang Ramadhan

Gerakan Poboya Pakaroso mengintegrasikan tiga agenda utama, yakni gerakan tanam cabai di pekarangan rumah, pembentukan dan penguatan bank sampah, serta pelaksanaan pasar murah untuk warga. Program ini dirancang sebagai gerakan terpadu berbasis rumah tangga dengan sasaran langsung masyarakat di kawasan lingkar tambang.

Kepala DLH Kota Palu, Mohammad Arif Lamakarate, menegaskan pembentukan bank sampah di Poboya menjadi langkah strategis membantu pemerintah menekan volume sampah harian.

“Saat ini masih ada sekitar 7 ton sampah per hari yang belum tertangani secara optimal. Kehadiran bank sampah ini sangat membantu kami dalam pengelolaan sampah di Kota Palu,” ujar Arif.

Ia meminta masyarakat disiplin memilah sampah sejak dari rumah dengan memisahkan sampah organik dan nonorganik sebelum disetorkan ke bank sampah.

“Kalau masyarakat tertib memilah sampah, beban pemerintah akan jauh berkurang dan lingkungan menjadi lebih bersih,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, pengelolaan bank sampah di Poboya melibatkan kolaborasi dengan Relawan Orang dan Alam (ROA) sebagai pendamping dan penyuluh teknis. Struktur pengurus bank sampah telah terbentuk dan mulai menjalankan operasional.

Sementara itu, Superintendent PPM/CSR PT CPM, Rahyunita Handayani, menjelaskan Gerakan Poboya Pakaroso dirancang sebagai program terpadu yang dimulai dari unit terkecil, yaitu rumah tangga.

“Program ini kami mulai dari unit terkecil, yaitu rumah tangga. Di bidang lingkungan, kami dorong pemilahan sampah dari sumbernya. Minimal warga bisa memisahkan sampah organik dan plastik,” jelas Rahyunita.

Di sektor ekonomi, PT CPM menggulirkan program pemanfaatan pekarangan melalui pembagian 10 bibit cabai per rumah tangga. Pada tahap awal, sebanyak 130 rumah tangga di 13 RT ditetapkan sebagai pilot project.

“Kami ingin kebutuhan cabai untuk konsumsi rumah tangga bisa dipenuhi sendiri. Hasil lebihnya dapat dijual dan menjadi tambahan pendapatan keluarga,” katanya.

Sebagai stimulus, PT CPM juga menyalurkan insentif pemberdayaan ekonomi kepada sekitar 1.200 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Poboya. Setiap KK menerima Rp1 juta per bulan yang disalurkan melalui Bank Sulteng.

“Insentif ini kami berikan agar tidak ada alasan terkendala biaya untuk pemilahan sampah maupun pemanfaatan pekarangan. Kami targetkan berjalan selama satu tahun, dengan evaluasi setiap enam bulan,” ujar Rahyunita.

Ia menegaskan program ini secara khusus menyasar wilayah Poboya sebagai kawasan lingkar tambang. Perusahaan berharap dalam satu tahun ke depan terbentuk kemandirian ekonomi warga sekaligus perubahan perilaku dalam pengelolaan lingkungan.

Gerakan Poboya Pakaroso menjadi wujud nyata sinergi perusahaan dan pemerintah daerah dalam membangun keseimbangan antara aktivitas industri, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kelestarian lingkungan di Kota Palu.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait