PALU, KABAR SULTENG – Kompetisi Piala Soeratin U-15 dan U-17 Seri Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) 2026 resmi dibuka di Lapangan Gawalise Tipo, Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Rabu (2/9/2026).
Kompetisi yang memperebutkan Piala Gubernur Sulteng itu diikuti klub-klub resmi di bawah naungan Asprov PSSI Sulawesi Tengah.
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, mengatakan, kompetisi tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan sepak bola usia muda di daerah. Ia berharap pembinaan dilakukan secara berjenjang dan tidak hanya terpusat di Kota Palu.
Baca juga: 9.100 Titik Panas Terdeteksi di Sulteng, 13 KPH Dikerahkan Cegah Karhutla
“Saya mendukung sepenuhnya kegiatan pembinaan sepak bola di Sulawesi Tengah. Ke depan, pembinaan seperti yang kita lakukan hari ini bisa dilakukan secara berjenjang,” kata Gubernur dalam sambutannya.
Ia juga mendorong Askab PSSI di 13 kabupaten/kota di Sulteng untuk aktif menggelar kompetisi di daerah masing-masing. Dengan begitu, talenta-talenta muda dari berbagai daerah memiliki kesempatan untuk berkembang.
Menurutnya, pembinaan yang konsisten dapat melahirkan pemain berkualitas dari Sulteng, seperti Witan Sulaiman yang telah berkiprah di level nasional dan internasional.
“Silakan bertanding dengan penuh sportivitas dan terus mengasah kemampuan, keahlian dan skill. Dengan latihan yang sungguh-sungguh, kita pasti bisa menjadi pemain sepak bola yang handal,” ujarnya.
Gubernur juga meminta KONI Sulteng memberi perhatian lebih terhadap pembinaan sepak bola. Ia berharap pembinaan tersebut dapat berdampak pada prestasi Sulteng di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Kita berharap pada PON 2028 nanti, Sulawesi Tengah juga bisa mendapatkan medali dari cabang olahraga sepak bola,” katanya.
Ia menekankan, kompetisi usia muda tidak semata-mata mengejar gelar juara. Para pemain harus mendapatkan ruang untuk berkembang menjadi atlet yang profesional.
“Saya berharap kepada para wasit memberikan pelayanan yang terbaik kepada anak-anak kita sehingga mereka benar-benar dibina, bukan dipacu untuk menjadi juara, tapi dibina untuk menjadi seorang atlet yang profesional,” ujarnya.
Gubernur kemudian secara resmi membuka kompetisi Piala Soeratin U-15 dan U-17 Seri Provinsi Sulteng 2026 yang memperebutkan Piala Gubernur Sulteng.
Ketua Panitia Piala Soeratin U-15 dan U-17 Seri Provinsi Sulteng 2026, Jely Rompas, mengatakan saat ini terdapat 52 klub Liga 4 amatir di Sulteng dan satu klub Liga 3 profesional, yakni Donggala United.
Namun, dari jumlah tersebut baru 16 klub yang memiliki pembinaan usia dini.
“Di Sulawesi Tengah saat ini kami mempunyai 52 klub Liga 4 amatir dan satu klub Donggala United Liga 3 profesional. Klub yang mempunyai pembinaan usia dini hanya 16 klub,” kata Jely.
Menurut dia, kompetisi usia muda di Sulteng saat ini masih terbatas. Setidaknya terdapat tiga kompetisi yang menjadi wadah pembinaan, yakni Liga Top Score, Gala Siswa Indonesia yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Piala Soeratin sebagai kompetisi resmi PSSI.
Jumlah tersebut, kata Jely, masih belum cukup untuk memperkuat pembinaan sepak bola usia dini di Sulteng.
Ia mencontohkan Sulawesi Selatan yang mampu menggulirkan sekitar 10 kompetisi usia dini setiap tahun di luar kompetisi resmi PSSI.
“Untuk melahirkan tim daerah yang kuat dan berprestasi, kita harus merencanakan dan mendesain sejak usia dini. Tanpa desain, kita akan memiliki tim yang instan dan sangat mustahil kita menjuarai kompetisi nasional, bahkan meraih medali emas di PON,” ujarnya.
Jely menegaskan, prestasi olahraga tidak bisa dibangun secara instan.
“Prestasi olahraga itu dibangun harus by design, not by accident,” katanya.
Karena itu, ia berharap dukungan pemerintah tidak hanya diberikan untuk kompetisi kelompok usia dewasa, tetapi juga diperluas ke pembinaan U-13, U-15 dan U-17.
“Makin banyak wadah anak-anak kita untuk berkompetisi, makin banyak Witan-Witan lainnya yang akan kita tonton dengan membanggakan Sulawesi Tengah di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Piala Soeratin U-15 dan U-17 Seri Provinsi Sulawesi Tengah 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 3 September 2026 dan babak final direncanakan pada 8 September 2026.
Pertandingan digelar di dua lapangan. Kategori U-17 dimainkan di Lapangan Gawalise Tipo, sedangkan kategori U-15 berlangsung di Lapangan Nunu.
Kompetisi ini diikuti 16 tim dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso hingga Kabupaten Banggai.
Untuk kategori U-15 terdapat 12 tim yang bertanding, sementara kategori U-17 diikuti 10 tim.
Jely mengajak klub dan Sekolah Sepak Bola (SSB) di Sulteng segera mendaftarkan diri secara resmi di bawah naungan PSSI Sulawesi Tengah agar dapat mengikuti kompetisi resmi.
“Dalam waktu dekat kami melaksanakan kongres biasa dan mengesahkan beberapa klub baru yang bergabung di PSSI Sulawesi Tengah. Untuk itu segera daftarkan SSB dan klub kebanggaan kalian,” katanya.
Untuk mendukung pertandingan berjalan fair play, panitia menugaskan perangkat pertandingan berlisensi nasional dan daerah. Para perangkat pertandingan berasal dari Kota Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong dan Morowali.
Jely mengatakan, pelaksanaan kompetisi tersebut mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulteng yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kompetisi tersebut. Dukungan itu membuat pendaftaran peserta kali ini tidak dipungut biaya.
Selain itu, Gubernur juga memberikan dana pembinaan atau bonus bagi tim yang menjadi juara dan nantinya mewakili Sulteng pada Piala Soeratin tingkat nasional.
Jely menutup sambutannya dengan mengingatkan seluruh pemain, pelatih, manajer, ofisial dan perangkat pertandingan untuk menjaga sportivitas selama kompetisi.
“Selamat bertanding, tunjukkan kemampuan terbaik kalian dan junjung tinggi nilai-nilai fair play. Ingat, kompetisi hanya 90 menit di dalam lapangan, tapi setelah itu kita adalah persaudaraan sepak bola,” katanya.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





