Bikin Nostalgia, Permainan Tradisional Kembali Hidup di Vatulemo Palu

Bikin Nostalgia, Permainan Tradisional Zaman Dulu Kembali Hidup di Vatulemo Palu
Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Jumat malam (22/5/2026), untuk ikut seru-seruan ikut permainan tradisonal zaman dulu. (Foto: Syahrul/kabarsulteng.id)

PALU, KABAR SULTENG – Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Jumat malam (22/5/2026), untuk ikut seru-seruan ikut permainan tradisional zaman dulu.

Kegiatan yang diinisiasi Ayo Bermain Palu ini menghadirkan kembali berbagai permainan tradisional yang dulu akrab dimainkan anak-anak, seperti Klahar, Kadende, Lompat Karet, Lempar Sandal, Lompat Jingkal, Ular Naga, Kucing Tikus, hingga sejumlah permainan lawas lainnya.

Bacaan Lainnya

Pantauan media ini, antusiasme warga begitu tinggi. Tak hanya anak-anak dan anak muda, para orang tua pun terlihat larut dalam suasana nostalgia.

Penyelenggara Ayo Bermain Palu, Uchup, mengatakan kegiatan ini digagas untuk kembali mengenalkan permainan tradisional yang mulai ditinggalkan.

“Daripada terlalu banyak main HP, lebih baik kita seru-seruan bermain langsung seperti dulu,” katanya.

Baca juga: Tiga Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan di Rupbasan Palu

Ia menambahkan, kegiatan tersebut rutin digelar setiap Jumat malam mulai pukul 19.00 hingga 22.00 Wita di Lapangan Vatulemo.

“Simpan HP-mu, ayo bermain dan bernostalgia bersama,” ajaknya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona, yang ikut bermain lompat karet dan Ular Naga bersama warga lainnya, mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Seru sekali, apalagi ini permainan di zaman saya dulu, jadi kita seperti diajak bernostalgia,” ujarnya.

Mutmainah mengaku tertarik dengan kegiatan tersebut, terlebih karena dirinya juga memiliki perhatian terhadap olahraga tradisional.

“Kebetulan saya memang berminat mengurusi olahraga tradisional. Ternyata ada anak-anak muda yang luar biasa mempelopori kegiatan ini, makanya saya tertarik ikut bermain,” katanya.

Menurutnya, ruang terbuka seperti Lapangan Vatulemo sangat tepat dimanfaatkan untuk kegiatan semacam ini, sekaligus menjadi cara merawat permainan tradisional agar tidak hilang ditelan zaman.

Ia bahkan berencana menghadirkan permainan tradisional lainnya, seperti congklak, bola kasti, hingga egrang tempurung kelapa.

“Melihat ada upaya seperti ini dan antusias masyarakat yang begitu besar, ini keren sekali. Ini yang sebenarnya kita rindukan,” ucapnya.

Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan lintas generasi.

“Ketika ada ruang seperti ini, berbagai generasi bisa bertemu dan bermain bersama lewat permainan tradisional. Ini menciptakan inklusi sosial sekaligus menjaga budaya kita,” tuturnya.

Mutmainah juga menyoroti penggunaan gawai di kalangan anak muda yang dinilainya semakin mengkhawatirkan.

“Karena itu ruang seperti ini harus diapresiasi, dijaga, dan dirawat bersama,” tegasnya.(Sy)

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait