Akui Terjadi Lonjakan Harga Sembako, Komisi B DPRD Palu Minta Pemkot Lakukan Antisipasi

Akui Terjadi Lonjakan Harga Sembako, Komisi B DPRD Palu Minta Pemkot Lakukan Antisipasi
Komisi B DPRD Palu memberikan keterangan pers usai meninjau ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Manonda, Jum'at (23/1/2026). kabarsulteng.id/Robert D.R

PALU, KABAR SULTENG – DPRD Palu mengakui terjadinya lonjakan harga sembilan bahan pokok (sembako) di Pasar Manonda jelang momen Ramadan tahun 2026.

Hal itu disampaikan oleh Komisi B DPRD Palu 2024-2029 usai melakukan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) di Pasar Manonda, Jum’at (23/1/2025).

Bacaan Lainnya

Legislator yang hadir dalam agenda inspeksi itu antara lain Rusman Ramli, Nurhalis Nur, Muh. Nasir Dg. Gani, Sultan Amin Badawi, dan Rienhard Vester Tamma.

Menurut Ketua Komisi B DPRD Palu, Rusman Ramli, kenaikan harga sembako tersebut belum masuk dalam kategori yang memberatkan daya beli masyarakat.

“Faktanya setelah kami konfirmasi dengan para pedagang, memang terjadi lonjakan harga untuk beberapa bahan kebutuhan pokok. Tetapi, kenaikan itu masih dalam batasan wajar,” kata Rusman.

Legislator PKS itu menyebut sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan dibanding bulan lalu yakni daging ayam dan sapi dengan harga tambahan yang fluktuatif yakni Rp5.000-Rp10.000. Beberapa item sembako juga, sambung Rusman, alami lonjakan dikisaran Rp1.000-Rp3.000.

“Nah, ini sebenarnya yang harus kita jaga. Jangan sampai nanti ketika bulan puasa, harga-harga kebutuhan pokok semakin naik,” tegasnya.

Baca juga: Dorong Kemajuan Ekonomi Desa, BRI Raih Penghargaan Nasional 2026

Temuan komisi yang membidangi perekonomian dan keuangan ini selaras dengan rekapitulasi data dari berbagai sumber terbuka.

Per Desember 2025, misalnya, harga daging ayam dan sapi berada pada nilai Rp65.000/ekor dan Rp130.000/kilogram. Sementara pada Januari 2026, harga berkisar di angka Rp75.000/ekor dan Rp135.000/kilogram.

Sedangkan item kebutuhan pokok lain yang mengalami kenaikan paling kecil adalah gula putih yang naik sebesar Rp800/kilogram dan paling besar lonjakannya adalah bawang merah dengan kenaikan harga mencapai Rp20.000/kilogram.

Berdasarkan situasi dan kondisi tersebut, Rusman mendesak agar Pemerintah Kota (Pemkot) Palu tetap menjaga stabilitas harga dan kepastian pasokan kebutuhan pokok supaya tidak memberatkan masyarakat apalagi hingga terjadi kelangkaan di pasaran.

“Kami juga menyarankan kepada Pemkot Palu agar kembali menyiapkan skema operasi pasar murah dengan beragam promo seperti diskon belanja kebutuhan bahan pokok, agar kebutuhan publik tetap terjaga dan paling penting menjaga stabilitas harga terhadap daya beli masyarakat,” tutup Rusman.(Rb)

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait