UMKM Bumbu Kemasan Iswara Food Bangkit dari Rumah Lewat Pemberdayaan BRI

UMKM Bumbu Kemasan Iswara Food Bangkit dari Rumah Lewat Pemberdayaan BRI
Dewi Aminah, perempuan asal Solo, merintis Iswara Food, UMKM produsen bumbu dan tepung bumbu kemasan dari rumah sederhana.

SOLO – Dewi Aminah, perempuan asal Solo, merintis Iswara Food, UMKM produsen bumbu dan tepung bumbu kemasan dari rumah sederhana.

Bagi Dewi, membangun UMKM bumbu dan tepung bumbu kemasan Iswara Food bukan sekadar menjalankan usaha, melainkan proses menemukan kembali jati dirinya sebagai ibu, perempuan, dan pejuang keluarga.

Bacaan Lainnya

Sebelum terjun ke UMKM dunia bumbu kemasan, Dewi mengelola usaha batik di Pasar Klewer sejak awal pernikahan. Bisnis tersebut menjadi tumpuan utama ekonomi keluarga hingga musibah besar mengubah segalanya.

“Awalnya saya punya usaha batik di Pasar Klewer dari awal pernikahan sampai anak ketiga lahir. Bisnis batik itu luar biasa, cari uangnya gampang. Tapi semuanya habis terbakar saat kebakaran Pasar Klewer,” kenang Dewi. Peristiwa itu memaksanya kembali memulai hidup dan usaha dari nol.

Ujian tak berhenti di situ. Pada tahun 2000, Dewi dikaruniai anak ketiga dengan kondisi autis dan hiperaktif. Keadaan tersebut mendorongnya belajar menyiapkan makanan sehat sesuai kebutuhan sang anak, meski sebelumnya ia tidak terbiasa memasak. Dari proses belajar itu, Dewi mulai mengenal dunia bumbu dan olahan tepung.

“Awalnya saya tidak bisa masak. Tapi saya belajar, sampai akhirnya bisa membuat bumbu-bumbu kemasan. Saya ingin bikin yang berbeda,” ujarnya.

Baca juga: BRI dan Kemenpora Perkuat Literasi Keuangan Atlet SEA Games 2025

Dewi kemudian mengolah tepung mokaf menjadi beragam produk inovatif, seperti tepung ayam krispi dan tepung tempe mendoan, yang kini menjadi produk unggulan Iswara Food.

Perjalanan Iswara Food semakin menunjukkan arah positif ketika Dewi bergabung dalam program BRIncubator Rumah BUMN BRI Solo.

Program pelatihan tersebut membuka wawasan baru dan memperkuat kemampuan bisnisnya, terutama dalam pemasaran, pengelolaan usaha, dan pengembangan produk.

“Alhamdulillah, saya mendapat bimbingan dari BRI melalui program BRIncubator selama 10 hari. Program ini membuat saya lebih percaya diri. Saya belajar pemasaran yang tepat sasaran lewat media sosial, membuka toko online hanya dari HP, meningkatkan kualitas produksi dan kemasan, hingga akhirnya pada 2024 mendapat kesempatan memperkenalkan produk lebih luas melalui BRI Expo,” tutur Dewi.

Pendampingan dari BRI tidak hanya berdampak pada pertumbuhan usaha, tetapi juga menggerakkan kepedulian sosial Dewi.

Ia aktif memberdayakan ibu-ibu di sekitarnya, terutama mereka yang ingin memulai usaha rumahan dengan modal terbatas.

“Saya melatih ibu-ibu anak yatim dan istri warga binaan agar bisa berbisnis dari rumah dengan modal kecil. Mereka dibimbing membuat produk, didampingi setiap bulan, hingga melahirkan usaha baru. Kalau sudah siap, mereka bisa menjadi produsen dengan merek sendiri. Saya bantu gratis pengurusan PIRT dan halal. Dari rumah pun bisa, yang penting niat—Insya Allah selalu ada jalan,” imbuhnya.

Sementara itu, Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa BRIncubator merupakan program pelatihan dan pendampingan bagi UMKM binaan Rumah BUMN yang telah lolos kurasi. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar lebih siap bersaing dan naik kelas.

Menurutnya, BRIncubator menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam mendorong UMKM tumbuh berkelanjutan melalui pelatihan terarah, pendampingan intensif, serta peningkatan literasi dan digitalisasi usaha.

“Melalui kemudahan akses dan penguatan kapasitas, UMKM didorong untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan nilai tambah di pasar,” jelas Dhanny.(Adv)

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait