PARIMO, KABAR SULTENG – Hampir empat tahun menduduki jabatan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sunarti akhirnya dilantik sebagai pejabat definitif. Lamanya masa penugasan itu memancing kelakar Bupati Erwin Burase yang menyebut Sunarti mungkin menjadi Plt terlama di Indonesia, bahkan di dunia.
Kelakar itu diucap Erwin usai melantik Sunarti dalam upacara pengambilan sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dan jabatan fungsional di lingkungan Pemkab Parimo, Kamis (5/11/2026). Pelantikan berlangsung di Kantor Camat Mepanga, berjarak lebih dari 200 kilometer dari Ibukota Kabupaten Parimo.
“Ini mungkin Plt terlama, mungkin terlama di Indonesia, bahkan di dunia. Empat tahun jadi Plt, hampir empat tahun di bawah tiga rezim kepala daerah,” ucap Erwin dalam sambutannya.
Baca juga: Polemik Legalitas Kapal dan Siasat Penerbitan Barcode BBM di Parimo
Sunarti diketahui telah menjalankan tugas sebagai Plt Kadis Dikbud sejak pemerintahan Bupati Samsurizal Tombolotutu. Status tersebut berlanjut ketika Parimo dipimpin Penjabat (Pj) Bupati Richard A Djanggola, hingga kemudian dilanjutkan pemerintahan saat ini.
Di masa kepemimpinan Erwin Burase saat ini, pengisian jabatan definitif itu sebelumnya tertunda akibat gugatan terhadap proses seleksi Kadis Dikbud di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Erwin mengatakan Pemda sengaja menunda pelantikan untuk menghormati proses hukum. Pemerintah baru melanjutkan pengangkatan setelah gugatan tersebut dicabut sekitar sepekan sebelum pelantikan.
“Sejak awal ada gugatan terkait persyaratan. Saya memutuskan menghargai proses hukum dan menunda satu jabatan sambil menunggu proses di PTUN,” ujarnya.
Erwin bilang, sebelumnya pemerintah telah menyiapkan dua kemungkinan atas gugatan tersebut. Jika penggugat dimenangkan, seleksi jabatan Kadis Dikbud akan diulang. Namun, setelah gugatan dicabut, pelantikan akhirnya dapat dilaksanakan.
Sunarti diangkat berdasarkan hasil seleksi terbuka JPT Pratama Kabupaten Parimo tahun 2026. Hasil seleksi itu diumumkan melalui Pengumuman Nomor 23/Pansel/Selter-JPTP/PM/2026 tertanggal 18 September 2026.
Erwin mengakui pengisian jabatan definitif tersebut sudah mendesak. Pemda, kata dia, perlu segera mengakhiri kondisi jabatan yang terlalu lama diisi pejabat sementara agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan lebih optimal.
Selain Sunarti, Irwan juga dikukuhkan sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida). Pengukuhan dilakukan untuk menyesuaikan ketentuan masa jabatan yang telah berlangsung lebih dari lima tahun.
Dalam sambutannya, Erwin juga menyoroti tantangan pembangunan sektor pendidikan. Pada 2025, Parimo hanya memperoleh alokasi revitalisasi untuk lima sekolah. Sementara pada 2026, pemerintah daerah berhasil memperjuangkan program revitalisasi hampir 114 sekolah dengan anggaran mendekati Rp40 miliar.
Meski demikian, kebutuhan perbaikan sarana pendidikan masih besar. Pemda mencatat terdapat lebih dari 1.100 satuan pendidikan, terdiri atas sekitar 600 TK dan PAUD, 425 SD, serta 115 SMP.
Baca juga: DKP Parimo Akui Terbitkan Barcode BBM Kapal Meski Dokumen Kedaluwarsa
Erwin mengakui keterbatasan ruang fiskal akibat efisiensi anggaran membuat pembangunan infrastruktur pendidikan tidak dapat dilakukan sekaligus.
Kini, setelah hampir empat tahun menyandang status Plt, Sunarti mendapat tanggung jawab penuh sebagai Kadis Dikbud definitif. Tantangan berikutnya bukan lagi menunggu pelantikan, melainkan membuktikan kinerja dalam membenahi sektor pendidikan Parimo.
“Ini tantangan ibu Kadis, insyaallah setelah dilantik akan semakin giat lagi, ya. Jangan hanya Plt saja giat, begitu sudah jadi, sudah kendur semangatnya,” kata Erwin.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik diĀ sini





