Pengamat Soroti Komitmen di Balik Isu Pergantian Syarifudin Hafid dari Pimpinan DPRD Sulteng

Pengamat Soroti Komitmen di Balik Isu Pergantian Syarifudin Hafid dari Pimpinan DPRD Sulteng
Pengamat kebijakan publik Dr. Naharuddin, menilai isu pergantian Wakil Ketua II DPRD Sulawesi Tengah, dari Syarifudin Hafid ke Hidayat Pakamundi, masalah sederhana yang butuh proses cepat untuk dilaksanakan. (Foto: Istimewa)

PALU, KABAR SULTENG – Pengamat kebijakan publik yang juga dosen hukum tata negara Universitas Tadulako (Untad) Palu, Dr Naharuddin, menilai isu pergantian Wakil Ketua II DPRD Sulawesi Tengah, dari Syarifudin Hafid ke Hidayat Pakamundi, masalah sederhana yang butuh proses cepat untuk dilaksanakan.

Pergantian akan cepat terlaksana, sebut dia, namun tergantung dari Syarifudin Hafid.

Bacaan Lainnya

“Kalau mau cepat proses gantinya, cukup Syarifudin mengundurkan diri,” ujar Dr. Naharuddin di salah satu grup WhatsApp beberapa hari lalu. Ia telah mengizinkan pernyataannya itu untuk dikutip media.

Ketika Syarifudin mengundurkan diri, lanjut Naharuddin, maka partai politik (parpol) dalam hal ini Partai Demokrat, akan cepat memprosesnya. Sebaliknya, kalau menunggu partai bertindak, maka akan memakan waktu yang panjang.

Baca juga: Demokrat Buka Suara Soal Isu Pergantian Syarifudin Hafid dari Pimpinan DPRD Sulteng

“Kalau menunggu partai (memproses pergantian Wakil Ketua II) yang bertindak, lama,” kata eks komisioner KPU Sulawesi Tengah periode 2019-2023 itu.

Menyinggung soal kesepakatan tertulis antara Syarifudin Hafid dan Hidayat Pakamundi yang dibuat di hadapan DPP Partai Demokrat di Jakarta, Naharuddin berpendapat mestinya itu dihargai.

Kesepakatan yang jatuh tempo pada 28 Oktober 2026 tersebut, secara etis harus dijunjung tinggi oleh keduanya. Dalam kesepakatan, jabatan Wakil Ketua II diserahkan kepada Hidayat untuk melanjutkan setelah batas waktu yang ditentukan 28 Oktober 2026.

Baca juga: Diduga Ada Settingan Gagalkan Pergantian Syarifudin Hafid dari Wakil Ketua II DPRD Sulteng

“Soal komitmen yang sudah dibuat antara Syarufudin dan Hidayat, secara etis mestinya dijunjung tinggi,” tulis Naharuddin merespons polemik pergantian Wakil Ketua II DPRD Sulteng.

“Guna mencegah instabilitas internal  Demokrat,” sambungnya.

Tak lupa, ia menyampaikan pesan moral kepada kedua politisi Partai Demokrat, Syarufudin Hafid maupun Hidayat Pakamundi. Naharuddin menyinggung kesadaran diri dan komitmen sebagai manusia dewasa.

“Masalah ini terpulang kepada kesadaran sendiri, komitmen Syarifudin secara sukarela mundur. Sebab kalau menunggu mekanisme internal, biasanya bertele tele, wara-wiri bargaining,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua II DPRD Sulteng, Syarifudin Hafid, menanggapi polemik rencana pergantian dirinya sebagai unsur pimpinan dari Fraksi Partai Demokrat. Ia mengaku legowo jika harus diganti sesuai keputusan partai.

“Kalau partai memerintahkan dan mengamanahkan, kita harus legowo menerimanya. Hanya saja sampai saat ini belum ada keputusan partai atas rencana pergantian itu. Sebab ada mekanismenya,” ujarnya, Kamis (29/10/2026), dalam keterangan tertulis.

Syarifudin meminta semua pihak bersabar menunggu keputusan partai. Ia menegaskan tidak akan mempertahankan jabatan tersebut jika partai telah memutuskan pergantian.

Tanpa diminta pun, kata dia, jabatan itu akan diserahkan. Namun, prosesnya tetap harus mengikuti mekanisme yang berlaku.

Ia juga membantah adanya upaya menghalangi atau menyusun skenario untuk menggagalkan Hidayat Pakamundi menjadi Wakil Ketua DPRD Sulteng menggantikan dirinya.

“Cepat atau lambat, jabatan wakil ketua DPRD pasti dilakukan pergantian dari saya ke kader lainnya,” yakin Syarifudin Hafid.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait