JAKARTA, – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmennya mendukung keberhasilan program Gantengisasi melalui pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan atau Kredit Program Perumahan (KPP).
Dukungan ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar masyarakat menggunakan material atap yang lebih sejuk dan layak seperti genteng, menggantikan seng atau asbes, demi meningkatkan kualitas dan kenyamanan hunian.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Hery Gunardi, didampingi Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, saat menerima kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Bupati Majalengka Eman Suherman, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman di BRILiaN Club, Jakarta, Jumat (27/02).
Dalam pertemuan itu, BRI menegaskan peran strategisnya dalam menyukseskan program Gantengisasi, khususnya dalam memfasilitasi pembiayaan antara pengusaha genteng dan developer atau pengembang perumahan.
Skema pembiayaan dijalankan setelah adanya kontrak kerja sama antara pengusaha genteng dan developer, sehingga proses pendanaan dapat segera direalisasikan.
“Peran BRI berada di tengah. Ketika sudah ada kontrak antara pengusaha genteng dan developer atau user, BRI siap memfasilitasi pembiayaannya. Kebetulan kita sudah memiliki KUR Perumahan, dan bahan bangunan seperti genteng merupakan bagian dari skema tersebut. Sebagai bank dengan DNA yang berpihak pada usaha kecil dan rakyat, sesuai dengan nama Bank Rakyat Indonesia, kami siap menyediakan pembiayaan untuk mendukung kebutuhan ini,” ujar Hery.
Melalui dukungan terhadap Gantengisasi, BRI tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian.
Pembiayaan KUR Perumahan mendorong aktivitas produksi UMKM bahan bangunan, memperkuat rantai pasok industri perumahan, serta membuka peluang lapangan kerja di berbagai daerah.
Langkah ini sekaligus meningkatkan daya saing UMKM lokal dan memperkuat industri dalam negeri, khususnya industri genteng. Dengan demikian, program Gantengisasi tidak hanya berdampak pada perbaikan fisik hunian, tetapi juga menggerakkan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi atas konsistensi BRI dalam mendukung program pemerintah, termasuk KUR Perumahan.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BRI atas komitmennya dalam memastikan KUR Perumahan terserap dengan sangat baik. Hingga saat ini, BRI merupakan bank penyalur terbesar KUR Perumahan. Peran dan dukungan BRI sangat strategis dalam memperkuat program perumahan rakyat. Terima kasih Pak Dirut, Pak Hery,” kata Maruarar.
Melalui komitmen terhadap Gantengisasi, BRI memperkuat kualitas hunian masyarakat dari level paling mendasar sekaligus mendorong pemerataan pembangunan sesuai Asta Cita.
Keterlibatan UMKM dalam rantai pasok material dan tenaga kerja menjadikan program ini tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga menghadirkan multiplier effect yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.***





