Akibat peristiwa itu, lima penambang berhasil menyelamatkan diri. Namun dua penambang lainnya meninggal dunia, sementara satu korban mengalami luka berat dan segera dilarikan ke Puskesmas Moutong untuk mendapatkan perawatan medis.
Keterangan Resmi Polres Parigi Moutong
Kapolres Parigi Moutong, AKBP Hendrawan, menjelaskan bahwa longsor terjadi di lokasi bekas PETI. Berdasarkan keterangan saksi, para korban sebelumnya berpamitan untuk mengambil pasir yang akan didulang, tidak jauh dari posisi saksi berada.
“Korban baru berjalan sekitar 10 meter dari saksi, ketika tiba-tiba tebing di atasnya longsor dan langsung menimbun korban. Korban tidak sempat menyelamatkan diri,” ujar AKBP Hendrawan dalam keterangan resminya, Minggu malam.
Polres Parimo mencatat, korban pertama bernama Edi Muhamad (50), warga Desa Oli Mohulo, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Ia ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor berupa tanah dan batu dari tebing setinggi kurang lebih 10 meter.
Upaya pencarian awal dilakukan oleh rekan-rekan korban. Sekitar pukul 10.00 Wita, Edi Muhamad berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke Desa Lobu.
“Korban Edi kemudian dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Boalemo menggunakan ambulans,” jelas Hendrawan.
Pencarian dilanjutkan oleh TNI-Polri bersama warga setempat. Sekitar pukul 15.00 Wita, petugas kembali menemukan satu korban lainnya dalam kondisi meninggal dunia, yakni Sharil (32), warga Dusun II Boloung, Desa Boloung Olonggata, Kecamatan Moutong.
“Jenazah Sahril saat ini telah berada di rumah duka di Desa Boloung Olonggata,” tambah Kapolres.
Dengan ditemukannya korban kedua, total korban meninggal dunia dalam peristiwa longsor di kawasan PETI Desa Lobu ini menjadi dua orang.
Sementara itu, dua korban lainnya berhasil selamat. Mereka adalah Karim (36), warga asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang mengalami patah tulang pada kaki, serta Faidat (25), warga Desa Boloung, Kecamatan Moutong, yang berhasil menyelamatkan diri dengan berlindung di tebing saat longsor terjadi.
“Kedua korban selamat saat ini masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Moutong,” ucap AKBP Hendrawan.
Kapolres menegaskan, sejak aparat kepolisian melakukan penertiban, tidak ada lagi aktivitas PETI yang menggunakan alat berat di lokasi tersebut. Aktivitas yang tersisa hanya penambangan manual menggunakan dulang.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





