Proses seleksi CPNS bukanlah hal yang mudah, terutama dengan jumlah pendaftar yang sangat banyak. Sahril pun berusaha keras dengan membuat jadwal belajar yang disiplin dan rutin mengikuti tryout.
“Setiap Senin dan Rabu saya belajar Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Selasa dan Kamis fokus pada Tes Intelegensi Umum (TIU), sementara Jumat dan Sabtu saya belajar Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Setiap Minggu saya melakukan tryout untuk mengukur kemampuan saya,” ungkap Sahril kepada kabarsulteng.id, Kamis (6/3/2025).
Meskipun saat tryout nilainya cukup memuaskan, Sahril mengaku sempat kehilangan keyakinan setelah melihat hasil tesnya yang hanya memenuhi passing grade. Namun, ketika akhirnya dinyatakan lolos CPNS Kemensetneg dan Setkab, ia merasa sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa mencapai hasil tersebut.
Sahril juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, Drs. Syamsul Syaifudin, MM, serta Kabid Suriyani yang telah banyak membantunya selama proses seleksi CPNS.
“Saat ujian non-SKB, saya bahkan diberikan ruang ujian sendiri agar bisa lebih fokus. Terima kasih banyak kepada bapak dan ibu yang telah membantu saya,” ucapnya penuh syukur.
Dukungan penuh juga datang dari keluarga, terutama ibunya, Maryati Y. Min’un. Ia mengaku awalnya sedikit pesimis karena banyaknya pesaing dalam seleksi CPNS di kementerian.





