Bupati Parimo Evaluasi Papan Digital di Sekolah, Keamanan dan Internet Jadi Kendala

Bupati Parimo Evaluasi Papan Digital di Sekolah, Keamanan dan Internet Jadi Kendala

PARIMO, KABAR SULTENG – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Erwin Burase, menyoroti masalah keamanan aset dan keterbatasan jaringan internet dalam pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) di sekolah. Pemerintah Kabupaten Parimo berencana menyiapkan tenaga penjaga sekolah dan fasilitas internet berbasis satelit untuk mengatasi kendala tersebut.

Erwin menyampaikan hal itu setelah meninjau penggunaan PID di SMP Satap 2 Mepanga, Desa Maranti, Kecamatan Mepanga, Selasa, 13 Oktober 2026. Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas perangkat digital dalam mendukung proses belajar mengajar.

Bacaan Lainnya

“Peninjauan ini kita lakukan untuk mengecek secara langsung sejauh mana PID ini benar-benar dimanfaatkan oleh pihak sekolah dalam mendukung kegiatan pembelajaran,” kata Erwin.

Baca juga: Empat Kecamatan di Parimo Jadi Sasaran PBL 163 Mahasiswa Kesehatan Untad

Dalam kunjungan itu, Erwin didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parimo, Sunarti, Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Ibrahim, serta Kepala Bidang SMP Sarwana.

Menurut Erwin, para guru dan siswa memberikan respons positif terhadap penggunaan papan interaktif tersebut. Siswa mengaku lebih mudah memahami materi pelajaran melalui metode pembelajaran visual dan interaktif.

Namun, pemanfaatan teknologi pendidikan itu masih menghadapi kendala. Sekolah mengkhawatirkan keamanan perangkat bernilai tinggi karena fasilitas pengamanan gedung belum memadai. Keterbatasan jaringan internet juga menghambat penggunaan perangkat secara optimal.

Erwin meminta Disdikbud Parimo memprioritaskan penyediaan tenaga penjaga sekolah. Ia mengusulkan sedikitnya satu penjaga di setiap sekolah untuk melindungi aset dan inventaris pendidikan.

“Ini menjadi PR bagi Dinas Pendidikan untuk menyiapkan minimal satu orang tenaga penjaga di tiap sekolah, mengingat banyaknya aset dan inventaris bernilai tinggi yang harus dijaga,” ujarnya.

Selain keamanan, pemerintah daerah menyoroti persoalan koneksi internet. Selama ini, sejumlah guru mengantisipasi lemahnya sinyal Wi-Fi dengan menggunakan hotspot pribadi.

Pemkab Parimo berkomitmen mencari solusi, terutama bagi sekolah di wilayah terpencil. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penyediaan fasilitas internet berbasis satelit agar perangkat digital dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Berdasarkan data teknis pemerintah daerah, sebanyak 740 satuan pendidikan di Parimo menerima bantuan PID pada alokasi 2025. Bantuan itu mencakup 425 sekolah dasar (SD), 115 sekolah menengah pertama (SMP), dan 200 satuan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Baca juga: Pemkab Parimo Terapkan Manajemen Talenta, Sekda: Jabatan PNS Bebas Intervensi Politik

Program tersebut merupakan bagian dari percepatan digitalisasi sekolah yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Erwin berharap bantuan perangkat digital tidak sekadar menambah inventaris sekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran dan pemerataan akses pendidikan hingga ke pelosok Parimo.

“Saya berharap program prioritas Bapak Presiden Prabowo ini memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Parimo. Kita ingin anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan daerah,” kata Erwin.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait