PARIMO, KABAR SULTENG – Sebanyak 188 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir yang melanda Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah. Hingga Jumat malam (28/8/2026), air di sejumlah wilayah masih belum surut.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Parimo, warga terdampak banjir tersebar di tiga desa. Rinciannya, 34 KK di Desa Laemanta, 81 KK di Desa Laemanta Utara, dan 73 KK di Desa Labuan Donggulu. Sementara itu, data warga terdampak di Desa Peningka masih dalam proses pendataan.
Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, mengatakan tim masih melakukan asesmen dan kaji cepat untuk memastikan kondisi warga serta dampak banjir.
Baca juga: 6 Titik Longsor Tutup Trans Sulawesi di Kasimbar Parimo, Satu Jembatan Dibatasi
“Data sementara yang masuk sebanyak 188 KK terdampak banjir di tiga desa. Untuk Desa Peningka masih dilakukan pendataan,” kata Rivai, Jumat malam (28/8/2026).
Banjir terjadi sejak sekitar pukul 05.30 WITA setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Sejumlah sungai meluap hingga menggenangi permukiman warga.
Hingga Jumat malam, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Namun, pendataan terhadap kerusakan rumah, infrastruktur, serta dampak pada sektor pertanian dan perkebunan masih berlangsung.
Banjir dan longsor juga mengganggu akses transportasi. Material longsor menutup Jalan Trans Sulawesi di perbatasan Desa Peningka dan Desa Laemanta Induk. Jembatan di Desa Peningka juga dilaporkan putus.
BPBD bersama pemerintah desa, TNI, Polri, masyarakat, PT Bina Kaili, dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulteng melakukan penanganan di lapangan.
BPJN telah memobilisasi alat berat untuk membersihkan material longsoran di jalur Trans Sulawesi. Sementara itu, jembatan Bailey juga dimobilisasi untuk mendukung pemulihan akses di wilayah terdampak.
Baca juga: Banjir Terjang Empat Desa di Kasimbar Parimo, Jalan Trans Sulawesi Tertutup Longsor
Rivai menyebut kebutuhan mendesak saat ini meliputi normalisasi sungai, pembersihan material longsor di Jalan Trans Sulawesi, serta penyediaan air bersih.
BPBD masih memperbarui data dampak bencana, termasuk jumlah warga terdampak di Desa Peningka dan kerusakan pada rumah, infrastruktur, pertanian, serta perkebunan.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





