PARIMO, KABAR SULTENG – Komisi IV DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menyoroti keterbatasan anggaran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) soal nasib 46 tenaga Balai KB dan Raperda Pernikahan Dini yang digelar bersama dinas terkait, Senin (2/3/2026).
RDP yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Parimo, Sutoyo, tersebut membahas kemampuan anggaran tahun 2026 serta rencana pengusulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pernikahan Dini.
“Kami membahas secara serius soal minimnya anggaran DP3AP2KB. Kondisi ini menyebabkan sejumlah program tidak bisa berjalan maksimal,” ujar Sutoyo.
Ia menyebut, alokasi anggaran sekitar Rp10 miliar pada tahun 2026 dinilai belum mencukupi untuk mendukung seluruh program prioritas, termasuk pembahasan Raperda Pernikahan Dini yang dianggap mendesak.
Baca Juga: DPRD Parimo Awasi Ketat Proyek Puskesmas dan Rumah Sakit 2026
Menurutnya, meskipun pembahasan Raperda merupakan kewenangan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), kebutuhan akan payung hukum terkait pernikahan usia anak di Parimo menjadi hal penting yang perlu segera ditindaklanjuti.
“Payung hukum untuk menaungi kasus pernikahan dini ini sangat penting, namun semuanya kembali pada ketersediaan anggaran daerah,” katanya.
Selain itu, dalam RDP juga dibahas potensi pemutusan kontrak terhadap 46 tenaga Balai KB yang tidak lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Komisi IV DPRD Parimo meminta pemerintah daerah mempertimbangkan langkah yang tepat terkait keberlanjutan tenaga tersebut, agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.
“Dua hal ini yang kami anggap paling urgent, yakni Raperda Pernikahan Dini dan nasib 46 tenaga Balai KB. Kami berharap pemerintah memberi perhatian serius,” ujar Sutoyo.
DPRD Parimo berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran yang lebih memadai guna mendukung program strategis DP3AP2KB, sekaligus memastikan keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. ***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





