KABAR SULTENG – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, didampingi Wakil Bupati Iriane Iliyas, menyambut kedatangan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia, Agus Andrianto, dalam acara peletakan batu pertama Pembangunan Kantor Imigrasi Morowali di Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Bungku Tengah pada Rabu (17/9/2025).
Bupati Morowali menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah pusat terhadap daerahnya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali akan menjadi langkah penting dalam memperkuat pelayanan publik, khususnya terkait tenaga kerja asing di kawasan industri.
“Alhamdulillah, hari ini kita saksikan peresmian yang luar biasa. Morowali menjadi daerah dengan kontribusi besar terhadap pendapatan negara, namun masih menghadapi tantangan terkait data dan regulasi tenaga kerja asing. Dengan hadirnya Kantor Imigrasi ini, kami berharap pelayanan lebih terintegrasi dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Bupati Iksan.
Baca Juga: Kantor Imigrasi Morowali Langsung Kelas 1, Menteri Agus: Bentuk Penghargaan Kepada Bupati Iksan
Iksan menambahkan bahwa Morowali kini memiliki lima smelter, dua di antaranya sudah beroperasi penuh, serta akan ada tambahan pembangunan dari PT Vale.
Kehadiran investasi besar ini, menurutnya, menuntut layanan keimigrasian yang lebih kuat, transparan, dan akurat.
Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati Morowali.
Ia menilai Iksan sebagai pemimpin visioner yang mampu mendorong kemajuan daerah.
“Saya suka cara berpikir Bapak Bupati. Pembangunan Kantor Imigrasi Kelas I di Morowali adalah bentuk penghargaan pemerintah pusat atas kontribusi besar daerah ini. Jika di tempat lain dimulai dari kantor kelas II, Morowali langsung mendapat kelas I,” ujar Agus.
Baca Juga: Bupati Iksan Tegaskan Komitmen Tangani Permasalahan Sampah di Morowali
Agus juga menegaskan pentingnya kolaborasi jajaran imigrasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan terbaik.
“Jangan sampai kita menerima hibah tanah dan bangunan, tetapi tidak memberikan pelayanan maksimal,” tandasnya.
Selain peletakan batu pertama, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan kepada 200 warga Desa Bente dan 50 siswa SLB, dengan total 250 penerima.
Secara keseluruhan, bantuan sebanyak 5.000 paket sembako akan disalurkan ke 10 desa.
Acara ini turut dihadiri Dirjen Pemasyarakatan, Plt. Dirjen Imigrasi, Forkopimda Kabupaten Morowali, pejabat Pemkab Morowali, Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi dan Ditjen Pemasyarakatan Sulteng, insan pers, serta tamu undangan lainnya.
Dengan adanya Pembangunan Kantor Imigrasi Morowali, diharapkan pelayanan keimigrasian semakin mudah, cepat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas industri serta investasi di Morowali. ***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





