PARIMO, KABAR SULTENG – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyoroti belum meratanya program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ia meminta seluruh kepala daerah di Sulawesi Tengah memeriksa pelaksanaan program tersebut dan melaporkan wilayah yang belum terjangkau layanan MBG.
Permintaan itu disampaikan Anwar dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah di Aula Siuri Cottage, Tentena, Kabupaten Poso, Jumat, 16 Oktober 2026.
Anwar mengatakan, berdasarkan kunjungannya ke sejumlah daerah terpencil, masih ada masyarakat yang mengeluhkan belum tersedianya program MBG di wilayah mereka. Kondisi ini menjadi perhatian karena sejumlah kantong kemiskinan di Sulawesi Tengah berada di kawasan 3T.
Baca juga: Dari Target 50 Pasangan, Hanya 25 Lolos Sidang Isbat Nikah di Parimo
Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota tidak hanya menunggu laporan, tetapi segera memantau realisasi program MBG di wilayah masing-masing. Hasil pemantauan itu harus disampaikan secara tertulis kepada Gubernur Sulawesi Tengah.
Laporan tersebut akan menjadi bahan untuk mengidentifikasi daerah yang belum memperoleh layanan MBG. Dengan begitu, pemerintah dapat mengetahui titik-titik yang masih tertinggal dalam pelaksanaan program dan menindaklanjutinya.
Pemerataan layanan menjadi persoalan penting agar masyarakat di wilayah terpencil tidak tertinggal dalam menerima manfaat program pemerintah. Terlebih, wilayah 3T yang memiliki kantong kemiskinan membutuhkan perhatian dalam distribusi layanan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Bupati Parigi Moutong Erwin Burase bersama pimpinan daerah dan unsur Forkopimda kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah. Kegiatan diawali dengan pelepasan benih ikan di Danau Poso, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan sejumlah isu strategis daerah.
Agenda rapat mencakup penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), pasokan listrik, serta konflik dan persoalan agraria.
Baca juga: Bupati Parimo Minta Parpol Perkuat Sinergi, Kepentingan Masyarakat jadi Prioritas
Melalui rapat tersebut, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diharapkan memperkuat koordinasi dalam menangani persoalan daerah. Pemantauan program MBG di wilayah 3T menjadi salah satu tindak lanjut yang diminta gubernur untuk mendorong pemerataan layanan bagi masyarakat Sulawesi Tengah.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





