Warga Tolak Rencana Tambang Batu Gamping di Lelang Matamaling Bangkep

Warga Tolak Rencana Tambang Batu Gamping di Lelang Matamaling Bangkep
Warga Desa Lelang Matamaling, Kecamatan Buko Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan dalam konferensi pers bersama Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sulawesi Tengah di Kota Palu, Selasa (1/7/2025). (Foto: kabarsulteng.id)

Di sektor perikanan, nelayan seperti Nardi mampu menghasilkan tangkapan ikan bernilai hingga Rp3 juta sekali melaut. Penghasilan ini menopang kebutuhan hidup keluarga mereka. Namun, jika penambangan gamping berjalan, warga khawatir sumber air, lahan pertanian, dan wilayah pesisir akan rusak, apalagi sebagian lahan warga masuk dalam WIUP perusahaan.

“Bencana ekologis seperti banjir dan longsor akan mengancam jika tambang mulai beroperasi di desa kami,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Warga juga menyoroti potensi hilangnya sumber air bersih dari Mata Air Laanding, yang selama ini menjadi tumpuan kebutuhan air sehari-hari karena debitnya stabil meski musim penghujan.

Karena itu, JATAM dan warga mendesak Pemprov Sulteng segera mencabut WIUP untuk empat perusahaan tambang di Desa Lelang Matamaling, Bangkep.***

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait