PALU, KABAR SULTENG – Anggota DPRD Kota Palu, Ulfa, menerima sejumlah keluhan warga saat menggelar reses di Kelurahan Pantoloan Boya, Kecamatan Tawaeli, Kamis malam (5/11/2026).
Dalam pertemuan di Jalan Marhandu itu, warga Pantoloan Boya menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP), rumah tidak layak huni, pembangunan MCK, keterbatasan air bersih, hingga kerusakan drainase dan minimnya penerangan jalan.
Persoalan infrastruktur juga menjadi perhatian. Warga RW 6 mengusulkan perbaikan drainase dan normalisasi sungai karena bronjong yang sebelumnya dibangun rusak diterjang banjir. Mereka juga meminta pengaspalan lorong serta penambahan tiang listrik dan lampu jalan untuk menerangi sekitar 20 rumah yang masih menggunakan satu aliran listrik.
Baca juga: Reses di Taipa, Anggota DPRD Palu Ulfa Gandeng Empat OPD Serap Aspirasi Warga
Menanggapi keluhan tersebut, Ulfa menyatakan siap mengawal dan mengoordinasikan setiap usulan warga dengan instansi terkait.
Terkait persoalan PIP, Ulfa meminta warga menghubungkan dirinya dengan kepala sekolah agar masalah data penerima bantuan dapat ditelusuri melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Ia menjelaskan, persoalan bantuan pendidikan terkadang terjadi akibat kesalahan penulisan maupun data anomali dalam sistem.
“Kadang ada salah ketik. Di sistem itu, titik koma saja sudah berpengaruh. Ada data anomali atau data yang tidak jelas. Makanya perlu dicari tahu kenapa bantuannya tidak keluar,” jelasnya.
Untuk kebutuhan listrik dan lampu jalan, Ulfa meminta warga mengirimkan titik koordinat serta dokumentasi lokasi. Data tersebut akan diteruskan kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).
“Saya siap kawal. Kalau soal listrik, hubungi saya. Tidak usah segan-segan, nanti saya dampingi ke PLN,” katanya.
Sementara untuk persoalan drainase, ia mengaku sudah meminta ketua RT mendata titik kerusakan, termasuk panjang saluran yang membutuhkan penanganan. Data tersebut diperlukan sebelum diteruskan kepada dinas terkait.
Ulfa mengakui keterbatasan anggaran pemerintah menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan seluruh usulan masyarakat. Meski begitu, ia memastikan tetap memperjuangkan kebutuhan warga berdasarkan skala prioritas.
“Insyaallah tetap saya kawal. Tetapi kita juga harus memahami pemerintah punya keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ulfa juga menyoroti persoalan sosial di Pantoloan Boya. Ia mengaku mendapat informasi dari DP3A dan Perlindungan Perempuan dan Anak bahwa angka pernikahan dini di kelurahan tersebut merupakan yang tertinggi di Kota Palu.
Selain itu, Ulfa memberikan penjelasan mengenai pelayanan BPJS Kesehatan bagi bayi baru lahir dan warga yang mengalami masalah data kependudukan.
Ia meminta orang tua yang baru memiliki bayi agar tidak panik apabila anak belum memiliki NIK. Surat keterangan lahir dari rumah sakit atau puskesmas bersama kartu keluarga dapat digunakan untuk mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan.
Ulfa menyatakan siap mendampingi warga yang mengalami masalah data kependudukan, termasuk ketika seseorang tercatat meninggal dunia dalam sistem meski masih hidup.
Menurutnya, warga dapat meminta surat keterangan dari kelurahan sebagai bukti bahwa yang bersangkutan masih hidup untuk kemudian dibawa ke kantor BPJS guna memperbaiki data.
Terkait pelayanan kesehatan, ia mengingatkan warga agar tidak takut berobat karena tersedia program UHC Kota Palu dan Berani Sehat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Di akhir pertemuan, Ulfa meminta masyarakat tidak segan menghubunginya jika membutuhkan bantuan, termasuk ketika ada anggota keluarga yang sakit atau mengalami kedukaan.
“Kalau ada yang sakit, hubungi saya. Kalau ada keluarga yang meninggal, hubungi saya. Tidak usah segan-segan. Saya siap membantu 1 x 24 jam,” tegasnya.
Ia menegaskan komitmen tersebut merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai anggota DPRD Kota Palu selama masa jabatan 2024–2029.
Sekadar diketahui, kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan reses Anggota DPRD Kota Palu pada Masa Persidangan Caturwulan III Tahun Sidang 2026 untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Palu II, meliputi Kecamatan Palu Utara dan Kecamatan Tawaeli, dengan koordinator pendamping Husna dan Dina Fidiana serta pendamping Hijrah.***
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





