BRI Kian Agresif Dorong Kredit Berwawasan Sosial dan Lingkungan

BRI Kian Agresif Dorong Kredit Berwawasan Sosial dan Lingkungan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk makin serius menyisipkan prinsip keuangan berkelanjutan (sustainable finance) ke dalam jantung bisnisnya.

JAKARTA, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) makin serius menyisipkan prinsip keuangan berkelanjutan (sustainable finance) ke dalam jantung bisnisnya.

Langkah ini bukan sekadar mengejar angka laba, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Bacaan Lainnya

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, Jumat (10/4), Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa inisiatif hijau ini dijalankan secara terukur.

BRI juga memastikan seluruh langkahnya sejalan dengan aturan regulator melalui POJK No. 51/POJK.03/2017.

“Kami sudah mempublikasikan Laporan Keberlanjutan 2025. Saat ini, fokus kami adalah menjalankan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) periode 2026–2030 sebagai kompas operasional ke depan,” kata Akhmad.

Menurut Akhmad, aspek keberlanjutan adalah kunci untuk menjaga kualitas pertumbuhan bisnis.

Ia menyebut integrasi ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban dari regulator, tapi merupakan upaya menciptakan nilai tambah bagi seluruh stakeholder.

Hingga pengujung 2025, BRI mencatatkan angka penyaluran kredit yang cukup masif di sektor berkelanjutan.

Untuk Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL), BRI telah menggelontorkan dana sebesar Rp93,2 triliun, atau setara 6,94% dari total portofolio kredit.

Angka di sektor sosial bahkan lebih besar. Pembiayaan untuk Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) menembus Rp718,7 triliun, mencakup sekitar 53,5% dari total pembiayaan bank.

Tak berhenti di situ, bank pelat merah ini juga menerbitkan Social Bond senilai Rp5 triliun untuk memperkuat sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak.

Dari sisi risiko, BRI mulai menerapkan Climate Risk Stress Testing (CRST) guna memetakan potensi dampak perubahan iklim terhadap bisnis bank.

Di level akar rumput, penetrasi BRI makin dalam. Hingga akhir 2025, basis nasabah BRI mencapai 140,5 juta orang.

Ekosistem digitalnya pun tumbuh pesat dengan 45,93 juta pengguna BRImo dan lebih dari 1,1 juta AgenBRILink yang tersebar di berbagai pelosok. Program pemberdayaan melalui Desa BRILiaN juga kini mencakup 5.245 desa.

Konsistensi ini membuahkan apresiasi internasional. BRI mengantongi peringkat A dari MSCI ESG Rating dan kategori Low Risk dari Sustainalytics.

Selain itu, skor S&P Global CSA BRI berada di persentil ke-92, menjadikannya satu-satunya perusahaan asal Indonesia yang masuk dalam S&P Global Sustainability Yearbook selama empat tahun berturut-turut.

“Ke depan, BRI akan terus memperkuat perannya. Kami ingin menjadi motor pertumbuhan yang inklusif sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan,” tutup Akhmad.(Adv)

Pos terkait