DONGGALA, KABAR SULTENG – PT Citra Palu Minerals (CPM) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Bantuan PT CPM kepada warga terdampak bencana di Donggala tersebut meliputi logistik kebutuhan pokok, peralatan darurat, serta obat-obatan untuk mendukung penanganan pascabencana.
Supervisor PPM/CSR PT CPM, Zulkifli Salingkat, mengatakan penyaluran bantuan difokuskan pada wilayah yang mengalami dampak paling parah, yakni Desa Wani, Desa Labuan Kungguma, khususnya Dusun Sisere, serta Desa Labuan Toposo.
Untuk Desa Wani dan Desa Labuan Kungguma, PT CPM menyerahkan bantuan melalui Posko Induk di Kantor Camat Tanantovea.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Camat Tanantovea, Ketua DPRD Donggala, serta Kepala Pelaksana Posko BPBD Kabupaten Donggala.
“Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PT CPM terhadap masyarakat terdampak. Kami juga terus melakukan pembaruan data pascabencana serta mendata kebutuhan paling mendesak warga,” ujar Zulkifli di Palu, Selasa.
Sementara itu, bantuan untuk Dusun Sisere diserahkan secara langsung kepada keluarga terdampak. Proses penyerahan disaksikan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Budi, Kepala Desa, serta Kepala Dusun Sisere.
“Kami memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan diterima langsung oleh warga yang benar-benar terdampak banjir dan longsor,” tegas Zulkifli.
Kepala BPBD Sulawesi Tengah Asbudianto mengungkapkan bahwa hingga kini masih terdapat beberapa titik longsor di Desa Labuan Toposo yang belum dapat dibuka. Kondisi tersebut membutuhkan pengerahan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan material longsor.
“Bantuan dari PT CPM sangat membantu masyarakat yang terdampak, terutama di tengah keterbatasan akses akibat longsor,” kata Asbudianto.
Kepala Desa Labuan Toposo, Liswanto, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan PT CPM.
Ia menyebutkan, jumlah warga terdampak di Dusun Sisere mencapai 198 kepala keluarga atau sekitar 610 jiwa.
“Saat ini masih terdapat lima titik longsor yang belum bisa dibersihkan. Beberapa rumah warga tertimbun material longsor, bahkan ada kendaraan yang hanyut,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak meliputi bahan makanan, air bersih, dan pakaian, sambil menunggu proses pembersihan menggunakan alat berat di sejumlah titik longsor.***





