Akses Pendidikan di Parimo jadi Tantangan, Tercatat 13.226 Anak Tidak Sekolah

Akses Pendidikan di Parimo jadi Tantangan, Tercatat 13.226 Anak Tidak Sekolah

PARIMO, KABAR SULTENG – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong masih menghadapi persoalan ribuan anak yang tidak bersekolah. Dari 13.226 anak yang sebelumnya tercatat sebagai Anak Tidak Sekolah (ATS), sekitar 2.000 anak berhasil didorong kembali ke bangku pendidikan hingga September 2026.

Pemerintah daerah berupaya melanjutkan penanganan tersebut melalui kampanye Gerakan Bersama Kembalikan Anak ke Sekolah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan kegiatan jalan santai pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Kegiatan itu dilepas oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Parigi Moutong, Adrudin Nur. Sejumlah perangkat daerah, unsur pendidikan, dan peserta lainnya turut mengikuti kegiatan tersebut.

Baca juga: 1.125 Mahasiswa KKN UIN Datokarama Diterjunkan ke Sulteng, Parimo Terima 353 Orang

Dalam sambutan yang disampaikan pada kegiatan itu, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyebut penanganan ATS masih membutuhkan kerja berkelanjutan. Pemerintah daerah tidak hanya perlu mengembalikan anak ke sekolah, tetapi juga menelusuri penyebab mereka berhenti atau tidak mengakses pendidikan.

Salah satu langkah yang ditekankan ialah pendataan by name by address. Melalui pendataan tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi anak yang belum bersekolah sekaligus mengetahui kondisi yang menghambat mereka memperoleh pendidikan.

Tantangan itu terutama ditemukan di wilayah terpencil. Keterbatasan akses dan jarak menuju sekolah menjadi persoalan yang perlu ditangani agar anak-anak tidak kehilangan kesempatan belajar.

Pemkab Parigi Moutong juga mengupayakan pembangunan sekolah satu atap. Selain itu, pemerintah daerah merencanakan rumah singgah bagi anak-anak yang terkendala jarak dan akses menuju sekolah.

Kedua upaya tersebut diarahkan untuk membantu anak-anak yang menghadapi hambatan geografis agar lebih mudah menjangkau layanan pendidikan.

Meski sekitar 2.000 anak telah kembali bersekolah, angka tersebut menunjukkan bahwa penanganan ATS masih perlu dilanjutkan. Pemerintah daerah mengajak seluruh pihak terlibat dalam memastikan anak-anak yang belum mengenyam pendidikan dapat kembali memperoleh hak belajar.

Baca juga: Kematian Ibu dan Anak di Parimo Meningkat, Pemkab Siapkan Intervensi Rp120 Miliar

Melalui gerakan ini, Pemkab Parigi Moutong berharap pendataan, penelusuran penyebab anak tidak sekolah, serta penyediaan akses pendidikan dapat berjalan beriringan. Tujuannya, memastikan setiap anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan dan membangun masa depan yang lebih baik.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait