Parimo Tawarkan Investasi Peternakan Sapi Perah, Siapkan Lahan 35 Ribu Hektare

Parimo Tawarkan Investasi Peternakan Sapi Perah, Siapkan Lahan 35 Ribu Hektare
Pemkab Parimo melaksanakan zoom meeting bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Bank Indonesia

PARIMO, KABAR SULTENG – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menawarkan proyek peternakan sapi perah terintegrasi kepada calon investor nasional. Proyek ini memiliki potensi pengembangan lahan sekitar 35.157 hektare yang tersebar di Kecamatan Parigi Selatan, Torue, hingga Sausu.

Bupati Parimo Erwin Burase memaparkan peluang investasi tersebut dalam presentasi daring melalui zoom meeting bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Bank Indonesia. Presentasi berlangsung di Ruang Gawalise, lantai tiga Swiss-Belhotel, Jumat (9/10/2026).

Bacaan Lainnya

Pemaparan itu merupakan tindak lanjut proses kurasi proyek Investment Project to Offer (IPRO) yang dilakukan Bank Indonesia bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Baca juga: PT TMG Persoalkan Tagihan Rp2,9 Miliar dan Dokumen yang Dipakai TFL di Polda Sulteng

Dalam proses tersebut, enam wilayah mendapat kesempatan mempresentasikan proyek investasi. Wilayah itu meliputi Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sulteng yang diwakili Kabupaten Parimo.

Dari dua proyek yang diajukan Parimo, yakni kelapa dalam dan peternakan sapi perah terintegrasi, proyek peternakan sapi perah berhasil masuk enam besar. Capaian ini membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan proyek tersebut kepada calon investor.

Pengembangan peternakan direncanakan mencakup kawasan Parigi Selatan, Torue, hingga Sausu. Namun, tahap awal yang disiapkan masih berupa peternakan percontohan seluas sekitar empat hektare.

Erwin juga memaparkan potensi pasar untuk mendukung keberlanjutan usaha tersebut. Pasar yang dibidik antara lain kebutuhan susu dari 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Parimo, program gizi daerah, serta hotel dan restoran di koridor Palu hingga Teluk Tomini.

Selain pasar lokal dan regional, pemerintah daerah menyasar industri pengolahan susu nasional yang membutuhkan pasokan dari luar Pulau Jawa.

Meski menawarkan potensi lahan dan pasar, realisasi proyek ini tetap bergantung pada tindak lanjut investasi dan kesiapan pengembangannya. Pemerintah daerah menyatakan siap membantu memberikan kepastian lahan bagi investor.

Erwin menegaskan pemerintah kabupaten akan membantu menyelesaikan persoalan lahan dengan masyarakat sebelum investor memulai pembangunan. Kepastian tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam menyiapkan proyek agar dapat ditawarkan kepada penanam modal.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Parimo, Moko Ariyanto, mengatakan promosi proyek ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Forum Investasi Nasional (FIN).

Dalam forum tersebut, Parimo juga akan memperoleh kesempatan membuka stan untuk memperkenalkan proyek peternakan sapi perah terintegrasi kepada calon investor.

Baca juga: Valdy Thensy Bantah Kuasa Hukum Mantie Soal CCTV dan Jelaskan Masalah Rumah di Palu

Kegiatan presentasi turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Kepala Bappelitbangda, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan, Pelaksana Tugas Kepala DPMPTSP, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPRP, Kepala Bagian Kerja Sama Kabupaten Parigi Moutong, serta Kepala Bidang DPMPTSP Provinsi Sulawesi Tengah.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap promosi proyek melalui IPRO dapat memperluas peluang investasi dan mengembangkan sektor peternakan. Namun, tahapan berikutnya adalah mengubah peluang yang ditawarkan menjadi komitmen investasi dan pembangunan yang nyata.***

 

Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini

Pos terkait