Muhdar : NU Menggerakkan Semangat Nasionalisne dan Toleransi Melawan Radikalisme

Muhdar Ibrahim, S.Ag., M.AP. M.AP. (Dok Pribadi)

PALU, – Nahdhlatul Ulama (NU) sebagai organisasi masyarakat (ormas) terbesar akan selalu konsisten dalam melaksanakan program keagamaan dan kemanusiaan serta kegiatan lain yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat di Indonesia.

Hal itu tersebut disampaikan salah satu tokoh muda Nahdhlatul Ulama NU Kota Palu, Muhdar Ibrahim, S.Ag., M.AP. M.AP, Minggu 7 November 2021.

“Penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai Ideologi NKRI akan tetap dijalankan melalui kebijakan NU di bidang Pelajar dan Santri,” ucapnya.

Muhdar menjelaskan, NU sebagai Ormas yang ikut berperan besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menggerakkan semangat nasionalisme.

“Sekarang ini, NU juga mengobarkan semangat toleransi serta dalam melawan segala bentuk radikalisme,” tegas Pria yang namanya juga masuk dalam kepengurusan PWNU Sulteng, Masa Khidmat 2021-2026, Musyawarah Kerja dan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU), yang d selenggarakan pada 29-31 Oktober 2021.

Ia menerangkan, dalam kacamata sejarah peradaban Islam, pemuda merupakan tonggak kebangkitan umat dan Islam, itu tidak bisa dilepaskan dari pemuda karena Islam itu sendiri tumbuh dan besar, karena banyaknya pemuda berkualitas sebagai kader-kadernya.

“Banyak sekali peran pemuda untuk ikut andil dalam membangun kekuatan bangsa, khususnya gerak langkah pemuda NU dalam berperan membangun bangsa,” terangnya.

“Diantaranya Pemuda NU, harus menumbuhkan sikap peduli terhadap sesama dan terlibat langsung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” tambahnya.

Demikian, Muhdar Ibrahim, menyatakan peran NU pun semakin besar. Organisasi Islam terbesar di Indonesia, turut menciptakan sosok-sosok yang berperan dalam mendorong perekonomian negara.

“untuk NU Sulteng, ke depan akan mendorong pemberdayaan ekonomi khususnya kegiatan berbasis pertanian karena mayoritas jamiyyah NU tersebar di pelosok desa,”tegasnya.

“Ada begitu banyak Nahdliyin muda yang ikut bergerak di era revolusi industri jilid keempat dan kompetisi global,” tutupnya.(*)