Nabila Salsabila, Anak Tukang Jahit Jadi Lulusan Terbaik Prodi Keperawatan Untad

Nabila Salsabila TY. Panga, peraih lulusan terbaik Prodi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad) (Foto Kabar Sulteng)

PALU, – Nabila Salsabila TY. Panga merupakan mahasiswa lulusan Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad) patut berbangga diri.

Pasalnya, ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik dari 20 lulusan perawat pada Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Kedokteran Untad saat mengikuti pengambilan Sumpah Perawat yang berlangsung di gedung Aula Fakultas Kedokteran Untad, pada Rabu (27/10/2021).

Nabila Salsabila mengaku sangat senang atas pencapaian usaha dan kerja kerasnya selama mengikuti proses perkuliahan selama ini.

Nabila Salsabila didampingi Kakaknya saat melakukan sesi foto bersama dengan seluruh jajaran Fakultas Kedokteran Untad. (Foto Kabar Sulteng)

“Pastinya saya sangat senang atas pencapaian ini, alhamdulillah usaha selama kuliah ini berbuah manis, ini awal bagi saya, tidak berhenti sampai disini,” ucapnya.

Pengakuan anak pertama dari pasangan Tarman Panga dan Asma Hadaddo ini, sejak menjadi anak rantau dirinya dituntut lebih mandiri. Sejak pertama kuliah, ia bertekad fokus belajar agar bisa menjadi lulusan terbaik sehingga bisa membanggakan kedua orang tuanya.

“Papa saya seorang penjahit rumahan, kalau mama kesehariannya sebagai ibu rumah tangga, itu yang membuat saya terus bersemangat, saya ingin mereka bangga,” ucap Nabila.

Nabila mengatakan, pencapaian yang ia dapatkan, juga tidak lepas dari peran orang tua, seluruh dosen serta semua teman temannya yang terus memberikan motivasi serta dukungan pada dirinya.

Nabila Salsabila saat memberikan sambutan dihadapan sejumlah jajaran Prodi Keperawatan Fakultas Untad dan para lulusan saat acara sidang terbuka dan pengambilan sumpah perawat. (Foto Kabar Sulteng)

“Tentunya keberhasilan ini juga tidak lepas dari semua pihak yang memotivasi dan membimbing saya selama proses perkuliahan, terkhusus kedua orang tuaku tercinta,” katanya.

Walaupun demikian, selain terpancar rasa senang raut wajahnya, wanita kelahiran 29 November 1999 asal Kabupaten Luwuk Banggai ini tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Dikarenakan ketidakhadiran kedua orang tuanya pada momentum saat dirinya di wisuda sampai pengambilan sumpah perawat.

“Pastinya sedih, karena papa dan mama tidak sempat datang mendampingi saya, mereka di kampung di Luwuk, tidak bisa dipaksakan juga, ini kan masih situasi covid, jadi memang semua serba sulit” ucap Nabila.

Walaupun tidak didampingi kedua orang tuannya, ia tetap semangat dan bersyukur atas pencapaian yang didapatkan hari ini.

“Setidaknya pencapaian saya hari ini bisa membuat kedua orang tua dan keluarga saya bahagia, itu sudah lebih dari cukup,” tutur Nabila.

Olehnya, Nabila berpesan, kepada teman teman yang baru masuk kuliah ataupun mahasiswa yang saat ini masih berjuang agar terus berjuang dan tetap semangat serta tidak berputus asa.

“Tidak ada niat untuk menggurui teman teman, cuma berbagi pengalaman saja, modal utama itu adalah semangat diri kita, terus berusaha walaupun sulit, dan ingat susahnya orang tua serta berdoa,” pesannya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Untad, Dr. dr. Moh. Ardi Munir mengucapkan selamat kepada para lulusan Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran Untad usai pengambilan sumpah perawat.

Dekan Fakultas Kedokteran Untad, Dr. dr. Moh. Ardi Munir, M.Kes., Sp.OT, FICS, FAACT, MH.

“Memang pada prinsipnya kami sangat berharap, bahwa semua lulusan kami ini menjadi lulusan terbaik,” ujar dr. Ardi.

Menurutnya, dengan adanya lulusan terbaik ini, tentunya sangat membanggakan dan diharapkan dapat memotivasi mahasiswa pada Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran Untad.

Adapun, dirinya menekankan kepada para lulusan khususnya lulusan terbaik, pihaknya akan berusaha membuka ruang dan mencari solusi dalam memfasilitasi dalam pengembangan keilmuan para lulusan.

Baca juga : https://kabarsulteng.id/2021/10/27/20-lulusan-prodi-keperawatan-fakultas-kedokteran-untad-ikuti-sumpah-perawat/

“Kepada para lulusan, kita tidak putus sampai disini, kita akan terus membangun hubungan keilmuan sampai meraka mengabdi,” pungkasnya. (Ajir)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *