JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan peran strategisnya dalam memperkuat ekonomi rakyat melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sepanjang tahun 2025, BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur, dengan lebih dari 60% pembiayaan mengalir ke sektor produksi sebagai penggerak utama ekonomi rakyat.
Fokus penyaluran KUR ke sektor produktif tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam Asta Cita, khususnya pada pilar penguatan ekonomi rakyat. Melalui strategi ini, BRI mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh berkelanjutan dan mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Baca juga: Buruan! BRI Buka Rekrutmen BFLP Specialist 2026, Ini Syarat dan Cara Pendaftarannya
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa BRI konsisten mendukung program prioritas pemerintah dengan mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja dan ketahanan pangan nasional.
“BRI terus mendorong pertumbuhan sektor UMKM agar tetap sehat dan berkelanjutan sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Penyaluran KUR kami lengkapi dengan pendampingan usaha, sehingga pelaku UMKM tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga penguatan kapasitas usaha yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Akhmad.
Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran KUR BRI pada 2025 masih didominasi oleh sektor produksi yang meliputi pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta jasa produktif lainnya. Porsi sektor ini mencapai 64,49% dari total KUR BRI yang disalurkan.
Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp80,09 triliun atau setara 44,97% dari total penyaluran KUR BRI. Capaian tersebut mencerminkan komitmen BRI dalam memperkuat sektor riil sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di wilayah perdesaan.
Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI memastikan seluruh proses penyaluran KUR dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel, sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini penting mengingat KUR sepenuhnya menggunakan dana perbankan yang bersumber dari penghimpunan dana masyarakat, sehingga kualitas kredit harus tetap terjaga.
Selain dari sisi nilai penyaluran, jangkauan KUR BRI terhadap rumah tangga juga terus menunjukkan tren positif. Hingga Desember 2025, sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga di Indonesia tercatat telah mengakses fasilitas KUR BRI. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2023 dan 2024 yang masing-masing berada pada level 15 dan 17 rumah tangga.
Secara kumulatif, sejak tahun 2015 hingga akhir Desember 2025, BRI telah menyalurkan KUR dengan total nilai mencapai Rp1.435 triliun kepada 46,4 juta penerima. Capaian ini menegaskan peran BRI sebagai motor utama pembiayaan UMKM dan penggerak ekonomi kerakyatan di Indonesia.(Adv)
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





