JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperluas peran strategisnya dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pemberdayaan pelaku usaha produktif berbasis komunitas.
BRI tidak hanya menyediakan akses layanan keuangan, tetapi juga mendorong UMKM tumbuh secara kolektif dalam ekosistem usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan Klaster Usaha dalam program Klasterku Hidupku, sebuah inisiatif pemberdayaan kelompok usaha yang dibentuk berdasarkan kesamaan sektor produksi, karakteristik wilayah, serta kedekatan sosial antarpelaku usaha.
Baca juga: Dorong Kemajuan Ekonomi Desa, BRI Raih Penghargaan Nasional 2026
Melalui pendekatan ini, BRI membangun sinergi antar pelaku usaha sekaligus memperkuat rantai nilai ekonomi di tingkat lokal.
Hingga akhir 2025, BRI telah membina 42.682 klaster usaha di berbagai daerah di Indonesia. Pembinaan tersebut didukung oleh 3.001 kegiatan pemberdayaan, yang meliputi pelatihan usaha, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, serta dukungan sarana dan prasarana produksi.
Fokus pembinaan diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dari total klaster yang diberdayakan, 82,36 persen berasal dari sektor produksi, sementara 17,64 persen berasal dari sektor non-produksi.
Dominasi sektor produksi mencerminkan strategi BRI dalam memperkuat basis ekonomi riil, khususnya sektor pertanian yang menyumbang porsi terbesar sebesar 48,05 persen.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa program Klasterku Hidupku dirancang sebagai pendekatan pemberdayaan yang mendorong UMKM naik kelas, terutama pelaku usaha sektor produksi yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Melalui penguatan klaster, BRI tidak hanya menghubungkan pelaku usaha dengan akses permodalan, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang mendorong kolaborasi, peningkatan skala produksi, dan penguatan daya saing di tingkat lokal.
“BRI berkomitmen mendampingi UMKM secara menyeluruh, mulai dari pembiayaan hingga penguatan kapasitas usaha. Pendampingan kami lakukan melalui pelatihan, peningkatan literasi keuangan, serta berbagai program pemberdayaan yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing klaster. Dengan pendekatan ini, klaster usaha yang berhasil berkembang diharapkan menjadi referensi dan role model bagi UMKM di daerah lain,” ujar Akhmad Purwakajaya.
Sejalan dengan penguatan klaster usaha, BRI juga terus memperluas inklusi keuangan di tingkat komunitas.
Dari lebih dari 480 ribu anggota klaster, sebanyak 87,7 persen pelaku usaha telah memiliki rekening di BRI dan rata-rata terhubung dengan akses pembiayaan untuk mendukung pengembangan usaha mereka.
Program Klasterku Hidupku menjadi bagian dari strategi BRI dalam menaikkelaskan nasabah eksisting sekaligus mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Program ini melengkapi berbagai inisiatif pemberdayaan lainnya, seperti Desa BRILiaN, Rumah BUMN, dan LinkUMKM. Melalui pendekatan terpadu tersebut, BRI semakin memperkuat perannya sebagai agent of development dalam mendukung UMKM dan memperkokoh ekonomi kerakyatan nasional.(Adv)
Simak update berita menarik lainnya, ikuti saluran WhatsApp Official klik di sini





